Perkuat Ekosistem Pesisir, IWIP Perluas Rehabilitasi Mangrove di Maluku Utara

IWIP dan WBN perluas rehabilitasi mangrove ke Halmahera Timur. Targetkan 1 juta bibit demi jaga ekosistem pesisir Maluku Utara.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Perkuat Ekosistem Pesisir, IWIP Perluas Rehabilitasi Mangrove di Maluku Utara
<p> PT IWIP bersama PT Weda Bay Nickel turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Maluku Utara. (dok)</p>

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) terus memperluas jangkauan program rehabilitasi mangrove di Maluku Utara. Langkah ini dilakukan demi memperkokoh daya tahan ekosistem wilayah pesisir.

Setelah sukses memulai gerakan ini di Desa Kobe, Kabupaten Halmahera Tengah, perluasan penanaman mangrove kini merambah ke Desa Sil dan Desa Sowoli di Kabupaten Halmahera Timur.

Program yang digulirkan sejak 2024 ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) IWIP dan WBN yang membidik target penanaman bertahap hingga satu juta bibit mangrove. Memasuki September 2026, akumulasi penanaman telah mencapai 36.500 bibit di berbagai titik rehabilitasi.

Deputy Manager Hubungan Eksternal PT IWIP, Fuad Albar, menjelaskan bahwa pemulihan kawasan mangrove menjadi fondasi penting perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Hutan mangrove terbukti efektif membentengi garis pantai dari ancaman abrasi, menyediakan habitat alami flora dan fauna, sekaligus berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon.

"Melalui program rehabilitasi mangrove, kami ingin memastikan kawasan yang direhabilitasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir dalam jangka panjang. Karena itu, prosesnya tidak berhenti pada penanaman, tetapi mencakup pembibitan, pemeliharaan, dan pemantauan, dengan melibatkan masyarakat," jelas Fuad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9).

Dalam ekspansi ke lokasi baru, IWIP dan WBN menerapkan strategi adaptif yang disesuaikan dengan karakteristik setempat—mulai dari ketersediaan lahan, pemilihan varietas mangrove, hingga teknik penanaman dan perawatan. Penyesuaian ini dilakukan demi menjamin tingkat keberhasilan tumbuh tanaman.

Guna menjaga kelancaran pasokan bibit, dikembangkan pula sistem penangkaran (nursery) berbasis desa. Pasokan bibit awal dari Desa Kobe dimanfaatkan untuk penanaman di Desa Sil dan Desa Sowoli. Secara berlanjut, area pembibitan di kedua desa tersebut ditingkatkan kapasitasnya untuk menyuplai lokasi rehabilitasi berikutnya. Pada fase awal, penyediaan bibit dilakukan lewat kolaborasi dengan pemerintah desa dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS).

Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Perkuat Ekosistem Pesisir, IWIP Perluas Rehabilitasi Mangrove di Maluku Utara
Perkuat Ekosistem Pesisir, IWIP Perluas Rehabilitasi Mangrove di Maluku Utara

Keberlanjutan program ini kian diperkuat dengan keterlibatan warga lokal di seluruh tahapan, mulai dari proses pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan berkala. Skema ini tidak hanya membekali warga dengan keterampilan pengelolaan lingkungan, tetapi juga membuka peluang kerja nyata. Seluruh tenaga kerja yang terlibat pun dibekali jaminan perlindungan BPJS.

Kepala Desa Sowoli, Rudi Manan, mengapresiasi dukungan penuh IWIP dalam mendorong pemulihan lingkungan di wilayahnya.

"Kami berterima kasih kepada IWIP yang telah menjadikan Desa Sowoli sebagai salah satu penerima manfaat program penanaman mangrove. Kami siap mendukung penuh program ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus dilakukan, tidak hanya di bidang lingkungan, tetapi juga di sektor lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Rudi saat acara dimulainya perluasan penanaman mangrove di Desa Sowoli, 9 November 2025.

Ke depan, IWIP dan WBN berkomitmen melanjutkan perluasan wilayah rehabilitasi secara berkala menuju target utama satu juta bibit. Penguatan sentra pembibitan, perawatan insentif, serta keterlibatan aktif warga tetap menjadi pilar utama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Maluku Utara.

Rekomendasi