Dua kawasan industri berbasis nikel, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah, mencatat kinerja ekspor besar. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyebut total nilainya sekitar US$ 28 miliar, setara kurang lebih 10% dari ekspor Indonesia.
Ia merinci, kontribusi dari IWIP sendiri selama ini sekitar US$ 11 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan Rosan dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).
"Nilai ekspor dari kawasan ini selama ini telah mencapai sekitar US$ 11 miliar. Jika digabungkan dengan Kawasan Morowali (IMIP) yang dibangun oleh Tsingshan, total ekspor keduanya mencapai US$ 28 miliar atau menyumbang sekitar 10% dari total ekspor Indonesia," kata Rosan.
Ekspor dari Maluku Utara didominasi produk hasil pengolahan nikel, antara lain feronikel, nikel matte, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nikel sulfat, hingga kobalt. Rosan menambahkan, perkembangan ini menjadi bagian dari transformasi ekonomi provinsi tersebut, dengan industri pengolahan kini menyumbang hampir separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Maluku Utara.
"Maluku Utara tidak lagi sekadar daerah tambang, tetapi telah bertransformasi menjadi daerah industri," ujar Rosan.
Advertisement
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp 180 Triliun
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Nilai proyek hilirisasi tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 180 triliun.
"Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)," kata Prabowo saat menghadiri peluncuran di Kabupaten Halmahera Tengah, sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (8/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan mitra yang mendukung pengembangan hilirisasi.
"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada semua pihak, kesemua elemen dari dalam dan dari luar negeri, para mitra-mitra kita, mitra-mitra kita yang telah memberi kepercayaan kepada kita untuk bersama-sama dengan kita membangun suatu kesejahteraan bersama, untuk menciptakan suatu kemakmuran bersama," tuturnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kepastian dan keamanan investasi di Indonesia.
"Saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Kita berkomitmen untuk menjaga kemitraan kita dengan sebaik-baiknya," jelas Prabowo.
Advertisement
Investasi IWIP dan Dampak Ketenagakerjaan
Prabowo menyampaikan bahwa dirinya menerima laporan mengenai realisasi investasi di kawasan IWIP beserta rencana pengembangannya.
"Menteri Investasi telah menyampaikan bahwa realisasi investasi di kawasan IWIP, Indonesia Weda Bay Industrial Park, telah mencapai sekitar 20 miliar dolar lebih, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar Amerika di saat-saat yang mendatang," ujar dia.
Ia juga menyoroti daya serap tenaga kerja sejak kawasan ini dikembangkan.
"Sejak pengembangan kawasan ini, penyerapan tenaga kerja dilaporkan telah mencapai lebih dari 100.000 orang," sambung Prabowo.