IWIP Buka Pintu Raksasa Nikel bagi Mahasiswa Maluku Utara

IWIP buka program magang industri nikel bagi mahasiswa Indonesia dan Maluku Utara. Perkuat sinergi kampus dan industri untuk siapkan SDM lokal.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
IWIP Buka Pintu Raksasa Nikel bagi Mahasiswa Maluku Utara
IWIP Buka Pintu Raksasa Nikel bagi Mahasiswa Maluku Utara

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus membuka pintu bagi generasi muda Indonesia, khususnya dari Maluku Utara, untuk menyelami langsung dinamika industri nikel melalui program magang. Inisiatif strategis ini dihadirkan guna menjembatani dunia pendidikan (link and match) dengan kebutuhan lapangan kerja nyata di tengah pesatnya hilirisasi nikel nasional.

Sejak diluncurkan pada 2022, program magang IWIP telah menyerap sekitar 470 mahasiswa yang berasal dari 11 perguruan tinggi terkemuka di tanah air. Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa aktif tengah mengasah keterampilan mereka di berbagai unit kerja operasional, mempelajari penerapan ilmu akademik, standar keselamatan, hingga teknologi industri modern.

Bagi mahasiswa lokal Maluku Utara, kesempatan ini menjadi sarana emas untuk memahami industri skala besar yang beroperasi di daerah mereka. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester tujuh Teknik Sipil Universitas Khairun (Unkhair) Ternate yang magang di Departemen Mining Divisi Infrastruktur.

"Selama kuliah, saya lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari diterapkan ketika berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya," ujar Iwan.

Saat ini, terdapat 12 mahasiswa Unkhair yang tengah magang di IWIP dari lintas program studi, mulai dari Teknik Pertambangan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, hingga Teknik Sipil. Mereka diterjunkan langsung di sektor-sektor vital,seperti Pembangkit Listrik, Smelter Ferronickel, hingga Human Resources Development.

Prosedur Keselamatan Kerja

Selain menguji teori kampus, para peserta dibekali pemahaman mendalam terkait prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), komunikasi profesional, serta kedisiplinan industri.

General Manager Human Resources IWIP, Rosalina Sangaji, menegaskan bahwa penyiapan tenaga kerja yang kompeten harus berjalan seiring dengan laju pertumbuhan industri. 

"Pengembangan SDM tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesempatan dan ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan kemabutannya. Kami berharap pengalaman magang ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan kariernya. Ketika kompetensi/kemampuan yang mereka miliki sesuai dengan kebutuhan perusahaan, terbuka pula peluang bagi mereka untuk berkontribusi lebih jauh, termasuk sebagai bagian dari IWIP," ujar Rosalina.

Jalin Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi Nasional

Tak hanya Unkhair, IWIP juga telah menjalin kemitraan dengan 10 perguruan tinggi lainnya di Indonesia, meliputi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Poltekkes Kemenkes Ternate, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Jember, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Padjadjaran. 

Melalui kolaborasi erat bersama dunia akademis ini, IWIP menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan pengembangan kualitas SDM nasional sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Rekomendasi