Konsumsi Listrik Kawasan Nikel RI Lebih Banyak Dibanding Singapura

Kapasitas listrik di IWIP–IMIP mencapai 15,9 GW. Rosan Roeslani mengungkapkan rinciannya di IWIP. Angka itu melebihi konsumsi listrik Singapura.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Konsumsi Listrik Kawasan Nikel RI Lebih Banyak Dibanding Singapura
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).

Kapasitas listrik terpasang di dua kawasan industri nikel terbesar Indonesia—IWIP di Maluku Utara dan IMIP di Sulawesi Tengah—menembus 15,9 gigawatt (GW). Angka itu melampaui konsumsi listrik Singapura yang berada di kisaran 13,1 GW.

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, listrik terpasang di IWIP telah melebihi 7,1 GW, sementara IMIP mencapai 8,8 GW. Kebutuhan daya yang besar ini sejalan dengan geliat hilirisasi nikel di kedua kawasan.

Pernyataan Rosan disampaikan dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).

"Di sektor ketenagalistrikan juga sangat masif. Listrik terpasang di IWIP telah melebihi 7,1 GW. Jika ditambah dengan Morowali sebesar 8,8 GW, total kapasitasnya mencapai 15,9 GW. Angka ini jauh melampaui total konsumsi listrik Singapura yang berada di kisaran 13,1 GW," kata Rosan dalam acara groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan IWIP, Kamis (8/10/2026).

Ia menambahkan, pemerintah tengah mendorong pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, termasuk material dan industri daur ulang baterai. Rosan menilai perkembangan saat ini menunjukkan hilirisasi mulai membangun ekosistem industri yang lebih lengkap di dalam negeri.

Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi, Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Nilai keseluruhan proyek mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 180 triliun.

"Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)," kata Prabowo saat menghadiri peluncuran di Kabupaten Halmahera Tengah, sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (8/10/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan mitra yang terlibat dalam proyek-proyek tersebut.

"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat kepada semua pihak, kesemua elemen dari dalam dan dari luar negeri, para mitra-mitra kita, mitra-mitra kita yang telah memberi kepercayaan kepada kita untuk bersama-sama dengan kita membangun suatu kesejahteraan bersama, untuk menciptakan suatu kemakmuran bersama," tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kepercayaan dan memberikan kepastian atas investasi yang berjalan di Indonesia.

"Saya di sini tegaskan komitmen Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati dan mengamankan semua investasi dari mana pun yang ditanamkan di bumi Indonesia. Kita berkomitmen untuk menjaga kemitraan kita dengan sebaik-baiknya," jelas Prabowo.

Investasi IWIP dan Penyerapan Tenaga Kerja

Prabowo mengatakan menerima laporan bahwa realisasi investasi di kawasan IWIP telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS, dengan rencana pengembangan tambahan sebesar 7 miliar dolar AS.

"Menteri Investasi telah menyampaikan bahwa realisasi investasi di kawasan IWIP, Indonesia Weda Bay Industrial Park, telah mencapai sekitar 20 miliar dolar lebih, dengan rencana pengembangan investasi sebesar 7 miliar dolar Amerika di saat-saat yang mendatang," ujar dia.

Ia menambahkan, sejak pengembangan kawasan tersebut, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai lebih dari 100.000 orang.

"Sejak pengembangan kawasan ini, penyerapan tenaga kerja dilaporkan telah mencapai lebih dari 100.000 orang," sambung Prabowo.

Rekomendasi