Advertisement
Festival Golo Koe 2026: Harmoni Budaya, Lingkungan, dan Pariwisata Berkelanjutan di Flores
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menyatakan Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 menjadi ajang penting. Festival ini akan mempromosikan budaya, kepedulian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pariwisata berkelanjutan. Acara ini akan berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, menjelaskan bahwa Festival Golo Koe menunjukkan pengembangan pariwisata dapat selaras dengan pelestarian budaya. Selain itu, festival ini juga menguatkan spiritualitas dan perlindungan lingkungan.
Marpaung menambahkan, festival ini membuktikan bahwa pariwisata bukan hanya tentang destinasi, melainkan juga tentang makna sebuah perjalanan. Festival Golo Koe telah menjadi acara budaya dan keagamaan unggulan di Indonesia bagian timur sejak pertama kali diadakan pada tahun 2022.
Advertisement
Advertisement
Tujuan dan Makna Festival Golo Koe 2026
Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”. Tema ini mengajak masyarakat membangun kebersamaan dalam merawat alam. Tujuannya sekaligus memperkenalkan Flores sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang berkualitas serta berkelanjutan.
Festival ini berlangsung dari 10 hingga 15 Agustus 2026. Acara ini merupakan salah satu dari Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata. Pengakuan ini menempatkan Labuan Bajo sejajar dengan destinasi acara unggulan lainnya di Indonesia.
Menurut Andhy Marpaung, festival ini turut memperkuat posisi Labuan Bajo Flores sebagai destinasi dengan pengalaman wisata yang beragam. Destinasi ini tidak hanya mengandalkan keindahan Taman Nasional Komodo. Namun, juga kaya akan budaya, tradisi, dan nilai spiritual masyarakat Flores.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Ragam Pengalaman Wisata
Penyelenggaraan Festival Golo Koe diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Hal ini akan terjadi melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan okupansi akomodasi. Selain itu, festival juga akan menggerakkan aktivitas UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, hingga jasa transportasi lokal.
Andhy Marpaung menyatakan bahwa festival ini menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah. Mereka akan bersama-sama mewujudkan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. BPOLBF terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan festival ini sebagai agenda tahunan.
Kolaborasi ini melibatkan Keuskupan Labuan Bajo, pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat. Festival ini tidak hanya memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai keagamaan Flores. Namun, juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berdasarkan prinsip keberlanjutan.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Kegiatan Festival Golo Koe 2026
Rangkaian festival diawali pada 10 Agustus dengan pameran UMKM ekonomi kreatif dan kuliner. Bersamaan dengan itu, akan ada pentas seni budaya Nusantara.
Berikut adalah jadwal kegiatan utama Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026:
Melalui tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 diharapkan memperkuat persaudaraan. Selain itu, festival ini juga mendorong kepedulian terhadap kelestarian alam Flores.
Advertisement
Sumber: AntaraNews