30.000 Hektare Lahan Terdampak El Nino, Mentan Amran Siapkan Langkah Begini

Meski total luasan lahan yang terkena kekeringan mencapai 30.000 hektare, akan tetapi prosentasenya hanya 0,001-0,003 persen.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
30.000 Hektare Lahan Terdampak El Nino, Mentan Amran Siapkan Langkah Begini
Mentan Siapkan Perbaikan Irigasi dan Oplah, Saat El Nino Melanda Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap 30.000 hektare lahan pertanian saat ini terdampak kekeringan panjang. Berdasarkan analisa BMKG, kekeringan panjang disebabkan adanya kemunculan El Nino Godzilla atau kemarau dengan kekuatan yang besar.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan untuk menyiasati dampak El Nino, pihaknya telah menyiapkan sejumlah penanganan di sektor pertanian. Penanganan yang ia klaim sudah dikerjakan selama ini meliputi optimalisasi lahan (oplah), penanaman bibit tahan kekeringan serta pompanisasi.

"Jadi jauh sebelumnya kita sudah siapkan pompanisasi, irigasi, oplah sampai bibit tahan kekeringan. Itu sudah kita siapkan semua," kata Amran saat ditemui usai dialog menyambut masa pengenalan mahasiswa baru di Muladi Dome, kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8).

Meski total luasan lahan yang terkena kekeringan mencapai 30.000 hektare, akan tetapi prosentasenya hanya 0,001-0,003 persen.

Selain itu dalam rangka mengatasi dampak El Nino, pihaknya menyiapkan pompanisasi menggunakan alat khusus, membenahi saluran irigasi serta penanggulangan lainnya.

"Kami dorong ini kebetulan tim saya sedang disini. Kita lakukan pompanisasi, perbaiki irigasi," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya memastikan bahwa pasokan beras untuk kebutuhan program swasembada pangan masih mencukupi hingga tahun depan. Kemudian untuk kebutuhan stok jagung, berharap kondisinya sama dengan pasokan beras.

"InsyaAllah aman. Semuanya beras jagung semoga aman," jelasnya.

 

Data Penyaluran Air Bersih

Terpisah Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, melaporkan, operasi penyaluran air bersih akibat kekeringan saat ini telah menjangkau 14 kabupaten/kota. Sebanyak 2,2 juta liter air bersih telah disalurkan melalui 433 kali distribusi menggunakan 18 truk tangki.

"Bantuan tersebut telah menjangkau 88 desa di 48 kecamatan dengan total 109.317 penerima manfaat," ujarnya.

Meski demikian, Haryanto mengakui distribusi masih terkendala keterbatasan armada karena belum seluruh PMI kabupaten/kota memiliki truk tangki.

“Setelah dilantik, kami bersama seluruh pengurus akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, pembinaan relawan dan generasi muda, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” tutup Haryanto.

Rekomendasi