Diperta Probolinggo Dorong Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Tengah Cuaca Ekstrem

Dinas Pertanian Probolinggo berhasil tingkatkan produktivitas bawang merah hingga 30 persen melalui demplot varietas unggul dan pemupukan berimbang, menjadi solusi adaptasi di tengah cuaca ekstrem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diperta Probolinggo Dorong Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Tengah Cuaca Ekstrem
Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo berhasil meningkatkan produktivitas bawang merah hingga 30 persen melalui demplot varietas unggul dan pemupukan berimbang, menjadi solusi adaptasi di tengah cuaca ekstrem. (AntaraNews)

Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terus berupaya meningkatkan produktivitas bawang merah di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan cuaca ekstrem yang kerap melanda sektor pertanian.

Upaya peningkatan produktivitas bawang merah ini diwujudkan melalui pengembangan demplot seluas 0,2 hektare menggunakan varietas Biru Batu (Ronggojalu). Proyek percontohan ini bertujuan menemukan metode budidaya yang efektif dan adaptif.

Hasilnya sangat menggembirakan, produktivitas bawang merah berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 1 ton menjadi 1,3 ton per hektare. Kenaikan sekitar 30 persen ini menunjukkan keberhasilan strategi yang diterapkan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Strategi Adaptasi Pertanian di Probolinggo

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Faiq El Himmahc, menjelaskan bahwa kenaikan produktivitas ini tidak terlepas dari penerapan pemupukan berimbang. Pendampingan intensif kepada petani juga menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Demplot bawang merah ini merupakan inisiatif kolaborasi antara Pupuk Indonesia dan Diperta Kabupaten Probolinggo. Pelaksanaannya dilakukan di lahan Kelompok Tani Makmur III, Desa Karangpranti.

Masa tanam berlangsung selama 53 hari, dimulai dari Februari hingga April 2026. Faiq menekankan bahwa demplot ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani dalam mengadopsi teknologi budidaya yang tepat, terutama dalam penggunaan pupuk berimbang.

“Hasilnya terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 30 persen meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem,” ujar Faiq, menegaskan efektivitas metode yang diterapkan untuk peningkatan produktivitas bawang merah.

Peningkatan Kapasitas Petani dan Keberlanjutan

Pendekatan demplot atau lahan percontohan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata. Lebih dari itu, program ini juga fokus pada peningkatan kapasitas petani dalam mengelola usaha tani secara berkelanjutan.

Melalui demplot, petani mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memahami teknik budidaya yang benar. Hal ini penting untuk membangun kemandirian petani di masa depan, agar mereka dapat menghadapi berbagai tantangan pertanian.

Faiq menambahkan, “Melalui demplot itu, petani tidak hanya bekerja di lahan, tetapi juga belajar dan memahami teknik budidaya yang benar. Itu penting agar ke depan mereka bisa mandiri dan tetap produktif dalam berbagai kondisi.”

Inisiatif ini dirancang untuk memastikan petani dapat tetap produktif meskipun menghadapi berbagai kondisi lingkungan dan iklim yang tidak menentu, sekaligus meningkatkan produktivitas bawang merah secara konsisten.

Model Replikasi untuk Kesejahteraan Petani

Penelaah Teknis Kebijakan Diperta Kabupaten Probolinggo, Dadik Eko S, menegaskan bahwa program demplot ini adalah strategi adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim. Penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang tepat menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Kami melihat demplot itu sebagai model adaptasi pertanian di tengah perubahan iklim. Dengan penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang tepat, produktivitas tetap bisa ditingkatkan secara signifikan,” kata Dadik.

Dadik berharap keberhasilan demplot di Desa Karangpranti ini dapat direplikasi di wilayah lain. Tujuannya adalah agar lebih banyak petani yang merasakan manfaat dari model budidaya inovatif ini dan turut merasakan peningkatan produktivitas bawang merah.

“Harapan kami, model itu bisa dikembangkan di wilayah lain agar produktivitas petani meningkat dan kesejahteraan mereka juga ikut terdongkrak secara berkelanjutan,” pungkasnya, menunjukkan visi jangka panjang program ini untuk kesejahteraan petani.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi