Karantina Kalsel Periksa Komoditas Rp42,59 Triliun Sepanjang 2025, Jamin Keamanan Hayati

Balai Karantina Kalsel sukses memeriksa komoditas senilai Rp42,59 triliun sepanjang 2025, memastikan keamanan hayati dan kelancaran perdagangan demi menjaga ekosistem dan ekonomi daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Karantina Kalsel Periksa Komoditas Rp42,59 Triliun Sepanjang 2025, Jamin Keamanan Hayati
Balai Karantina Kalsel sukses memeriksa komoditas senilai Rp42,59 triliun sepanjang 2025, memastikan keamanan hayati dan kelancaran perdagangan demi menjaga ekosistem dan ekonomi daerah. (AntaraNews)

Balai Karantina, Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah melakukan pemeriksaan serta pengawasan ketat terhadap lalu lintas komoditas. Total nilai ekonomi komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang diawasi mencapai sekitar Rp42,59 triliun sepanjang tahun 2025. Upaya ini bertujuan untuk menjamin keamanan hayati serta kelancaran aktivitas perdagangan, baik domestik maupun internasional.

Kepala Karantina Kalsel, Erwin AM Dabukke, menyatakan bahwa pengawasan ini meliputi pemeriksaan fisik dan verifikasi dokumen. Selain itu, penerbitan sertifikat kesehatan juga menjadi bagian penting dari proses tersebut. Langkah-langkah ini merupakan bentuk perlindungan terhadap sumber daya hayati sekaligus memberikan kepastian usaha bagi para pelaku perdagangan.

Pemeriksaan komoditas oleh Karantina Kalsel dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap produk memenuhi persyaratan kesehatan dan mutu. Hal ini krusial dalam mencegah masuknya hama atau penyakit yang dapat merugikan sektor pertanian dan perikanan. Peran karantina sangat vital dalam memfasilitasi perdagangan agar tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Peran Strategis Karantina Kalsel dalam Menjaga Keamanan Hayati

Karantina Kalsel memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas ekosistem dan ekonomi regional melalui pengawasan komoditas. Setiap barang yang masuk atau keluar wilayah Kalimantan Selatan diperiksa secara ketat. Proses ini memastikan tidak ada organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) maupun hama dan penyakit hewan dan ikan karantina (HPHK) yang menyebar.

Erwin AM Dabukke menegaskan komitmen lembaganya untuk memastikan semua komoditas yang dilalulintaskan memenuhi standar kesehatan dan mutu. Perlindungan terhadap risiko hama dan penyakit menjadi prioritas utama. Pada saat yang sama, Karantina Kalsel juga berupaya memfasilitasi kelancaran perdagangan.

Penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas layanan adalah bagian integral dari strategi Karantina Kalsel. Langkah ini mendukung stabilitas pasokan komoditas di pasar lokal. Selain itu, upaya ini juga berkontribusi pada peningkatan daya saing ekspor produk-produk unggulan daerah.

Secara keseluruhan, aktivitas Karantina Kalsel sepanjang 2025 telah memberikan dampak positif. Hal ini tidak hanya melindungi sumber daya alam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Komitmen ini mencerminkan dedikasi untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang aman dan efisien.

Dominasi Komoditas Domestik dalam Lalu Lintas Perdagangan

Data Karantina Kalsel menunjukkan bahwa komoditas domestik mendominasi nilai ekonomi lalu lintas barang sepanjang 2025. Bawang merah menjadi komoditas terbesar yang diawasi pada lalu lintas domestik masuk. Nilai komoditas ini mencapai Rp26,39 triliun dengan volume 25.310,6 ton.

Sementara itu, sarang burung walet menempati posisi kedua dengan nilai signifikan pada lalu lintas domestik keluar. Komoditas ini tercatat senilai Rp10,88 triliun dari volume 171.568 kilogram. Angka ini menunjukkan potensi besar sarang burung walet sebagai komoditas unggulan Kalimantan Selatan.

Selain itu, kayu gergajian domestik keluar juga memiliki nilai yang substansial, lebih dari Rp1,01 triliun. Volume kayu gergajian yang diperiksa mencapai 211.622 meter kubik. Sektor hortikultura turut menyumbang nilai besar, dengan wortel mencapai Rp1,59 triliun (6.575,6 ton) dan kubis Rp1,54 triliun (14.527,3 ton).

Sektor perikanan juga mencatat pergerakan komoditas domestik yang penting. Kepiting bakau hidup domestik keluar tercatat senilai Rp18,33 miliar dari 2,6 juta ekor. Data ini menggarisbawahi keragaman komoditas yang menjadi fokus pengawasan Karantina Kalsel untuk menjaga kualitas dan keamanan.

Kontribusi Karantina Kalsel pada Perdagangan Internasional

Dalam ranah perdagangan internasional, Karantina Kalsel juga berperan aktif dalam memfasilitasi ekspor dan mengawasi impor. Karet lempengan menjadi komoditas ekspor utama dengan nilai mencapai Rp1,07 triliun. Komoditas ini diekspor dalam volume 34.114,5 ton melalui 343 kali pengiriman.

Sektor perikanan menunjukkan performa ekspor yang menjanjikan melalui kepiting bakau hidup. Komoditas ini mencatat nilai Rp73,2 miliar dari 1,6 juta ekor yang dikirim ke negara tujuan seperti China, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, kayu lapis juga menjadi komoditas ekspor penting dengan nilai Rp116,13 miliar dan volume 2,43 juta meter kubik.

Di sisi impor, Karantina Kalsel mengawasi masuknya komoditas seperti kayu oak merah. Komoditas ini tercatat senilai Rp9,03 miliar dengan volume 1.246,4 ton. Impor tepung industri juga diawasi ketat, mencapai Rp1,83 miliar dengan volume 435.347 kilogram.

Seluruh komoditas internasional ini telah melewati tindakan karantina yang ketat. Prosedur ini esensial untuk mencegah masuknya organisme pengganggu atau penyakit dari luar negeri. Karantina Kalsel memastikan bahwa setiap transaksi perdagangan internasional tidak membahayakan keamanan hayati nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi