Bangka Tengah Bangun Kembali Jembatan Sungai Kelintang Senilai Rp2,32 Miliar, Akses Ekonomi Warga Pulih

Pemerintah Bangka Tengah membangun kembali Jembatan Sungai Kelintang senilai Rp2,32 miliar. Proyek ini vital untuk memulihkan akses ekonomi dan mobilitas warga setelah jembatan lama rubuh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bangka Tengah Bangun Kembali Jembatan Sungai Kelintang Senilai Rp2,32 Miliar, Akses Ekonomi Warga Pulih
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah membangun kembali Jembatan Sungai Kelintang di Pangkalanbaru senilai Rp2,32 miliar setelah rubuh, memastikan akses ekonomi dan pelayanan publik kembali lancar bagi masyarakat. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengambil langkah cepat untuk memulihkan infrastruktur vital di wilayahnya. Mereka membangun kembali Jembatan Sungai Kelintang yang terletak di Kecamatan Pangkalanbaru. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi dampak rubuhnya jembatan lama yang sempat memutus akses penting bagi masyarakat.

Pembangunan ulang jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp2,32 miliar, bersumber dari alokasi biaya tak terduga (BTT) APBD Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan konstruksi dijadwalkan dimulai pada 21 Juli 2025 dan ditargetkan rampung pada 17 Desember 2025. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan aksesibilitas yang krusial.

Kerusakan jembatan sebelumnya disebabkan oleh penurunan pondasi bagian bawah, membuat abutmen tidak mampu menahan beban konstruksi. Kondisi ini secara signifikan menghambat mobilitas warga serta aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Jembatan baru diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang dengan konstruksi yang lebih kuat dan tahan lama.

Penyebab Kerusakan dan Dampak Terhadap Masyarakat

Jembatan Sungai Kelintang sebelumnya mengalami kerusakan parah yang berujung pada keruntuhan. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menjelaskan bahwa kerusakan ini diakibatkan oleh penurunan pondasi bagian bawah. Kondisi tersebut menyebabkan abutmen tidak lagi mampu menahan beban konstruksi jembatan secara optimal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, menambahkan detail teknis terkait kerusakan. Jembatan lama yang menggunakan beton bertulang dengan abutmen pasangan batu runtuh karena gerusan tanah. Penurunan muka air tanah juga turut memperparah kondisi pondasi jembatan tersebut.

Kerusakan Jembatan Sungai Kelintang ini memiliki dampak serius terhadap kehidupan masyarakat setempat. Akses penghubung antara Desa Padang Baru dan Desa Benteng sempat terputus total. “Kerusakan jembatan mengakibatkan terhambatnya mobilitas masyarakat, terutama untuk kegiatan ekonomi dan pelayanan publik,” kata Algafry.

Konstruksi Baru dan Harapan Peningkatan Ekonomi

Untuk memastikan ketahanan jangka panjang, pembangunan kembali Jembatan Sungai Kelintang menggunakan konstruksi yang lebih kokoh. Fani Hendra Saputra menjelaskan bahwa jembatan baru ini akan menggunakan beton bertulang dengan pondasi sumuran. Desain ini dipilih untuk menjamin kekuatan struktur dan ketahanan terhadap faktor-faktor lingkungan yang ada.

Bupati Algafry Rahman menyoroti pentingnya proyek pembangunan Jembatan Sungai Kelintang ini bagi kemajuan daerah. “Pembangunan jembatan baru diharapkan dapat meningkatkan kelancaran transportasi warga, efisiensi waktu tempuh, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya. Jembatan ini menjadi investasi penting untuk masa depan Bangka Tengah.

Selain itu, keberadaan Jembatan Sungai Kelintang yang baru diharapkan mampu memperlancar akses logistik secara signifikan. Peningkatan akses ini akan berdampak positif pada aktivitas perdagangan dan jasa di wilayah sekitar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi