Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara aktif mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk berinvestasi di pasar modal. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem literasi keuangan di kalangan ASN. Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan pentingnya langkah ini.
Dukungan ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi keuangan pasar modal dan fasilitasi pembukaan rekening saham (SID) bagi ASN. Acara ini diselenggarakan di Kalianda pada hari Senin, 24 November, sebagai bagian dari upaya peningkatan pemahaman produk keuangan formal.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mengubah paradigma ASN dari sekadar konsumen menjadi pemilik modal. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan ASN terhadap investasi ilegal atau bodong yang marak terjadi.
Advertisement
Advertisement
Mengapa ASN Perlu Berinvestasi di Pasar Modal?
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menekankan bahwa ASN harus memiliki "lambung yang kuat" dalam mengelola keuangan. Gaji tidak hanya untuk dibelanjakan, tetapi juga perlu dikembangkan melalui instrumen investasi yang aman, legal, dan terukur. Pasar modal dianggap sebagai salah satu sarana efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Melalui investasi di pasar modal, ASN memiliki kesempatan untuk "naik kelas" dari sekadar konsumen menjadi pemilik modal. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur finansial yang kuat bagi para aparatur. Literasi finansial menjadi elemen krusial dalam pembangunan kualitas sumber daya aparatur.
Supriyanto juga menegaskan pentingnya kesadaran ASN dalam memandang pengelolaan keuangan sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi dan profesional. Ia berharap kegiatan literasi ini menjadi titik balik bagi ASN Lampung Selatan untuk berpikir lebih progresif dalam mengalokasikan pendapatan mereka. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Pemkab, OJK, dan BEI untuk Literasi Keuangan
Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada ASN mengenai investasi yang aman dan produktif di pasar modal. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Deputi Direktur PEPK & LMS OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, turut menyoroti pentingnya kecakapan finansial bagi ASN. Menurutnya, aparatur merupakan kelompok strategis yang berperan besar dalam menggerakkan pembangunan daerah. Oleh karena itu, ASN dengan literasi keuangan yang baik dapat merencanakan masa depan secara bijak.
Ety Elyati menambahkan bahwa ASN yang cakap finansial juga dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menggunakan produk keuangan yang aman dan legal. Meskipun tingkat inklusi keuangan nasional meningkat, pemahaman terhadap risiko dan karakter produk keuangan masih perlu ditingkatkan. Pentingnya kewaspadaan terhadap investasi bodong dan fintech ilegal menjadi fokus utama.
Advertisement
"Investasi harus dilakukan pada lembaga berizin dan diawasi OJK. Pastikan selalu mengecek legalitas setiap layanan keuangan," tegas Ety Elyati. Pernyataan ini menekankan pentingnya verifikasi legalitas sebelum berinvestasi.
Advertisement
Membangun Infrastruktur Finansial dan Kewaspadaan Investasi
Selain membangun infrastruktur fisik, Pemkab Lampung Selatan juga berupaya membangun infrastruktur finansial bagi ASN. Fasilitasi pembukaan Rekening Saham (SID) adalah langkah konkret untuk mempercepat pemahaman aparatur terhadap produk keuangan formal. Ini memungkinkan ASN untuk segera terlibat dalam pasar modal.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan partisipasi ASN di pasar modal, tetapi juga pada peningkatan kewaspadaan. Maraknya investasi bodong dan layanan fintech ilegal menjadi perhatian serius. Edukasi mengenai pentingnya berinvestasi pada lembaga yang berizin dan diawasi OJK menjadi prioritas.
Dengan literasi yang kuat, diharapkan ASN di Lampung Selatan dapat membuat keputusan investasi yang cerdas dan menghindari kerugian akibat penipuan. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi dan memberdayakan ASN secara finansial. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan aparatur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews