Swasta Kini Bisa Impor Energi dari Amerika Serikat Tanpa Proses Lelang

Pemerintah memberikan pilihan kepada sektor swasta untuk membeli migas secara langsung dari Amerika Serikat atau melakukan impor.

Maulandy Rizky Bayu Kencana
Swasta Kini Bisa Impor Energi dari Amerika Serikat Tanpa Proses Lelang
Pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai menjadi penyebab Kapal Tanker Pengiriman BBM gagal sandar di pelabuhan dan menghambat pasokan distribusi BBM di Bengkulu, sehingga Pertamin (© 2025 Liputan6.com)

Pemerintah memberikan peluang kepada sektor swasta untuk berpartisipasi dalam impor energi dari Amerika Serikat (AS) tanpa melalui proses lelang. Kebijakan ini merupakan bagian dari kesepakatan tarif timbal balik dengan Washington DC.

"Jadi itu salah satu alternatif kita. Artinya dibuka juga kepada pihak lain yang rencana membeli energi dari Amerika," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Jakarta, pada Senin (17/11/2025).

Airlangga menambahkan bahwa pemerintah menawarkan opsi untuk membeli migas secara langsung dari AS agar pihak Amerika bersedia melunak terkait tarif resiprokal. Jika kesepakatan tercapai, hal tersebut akan dituangkan dalam peraturan yang terpisah.

"Jadi bagian daripada reciprocal tariff, kita masih dalam negosiasi. Apabila itu sampai kepada kesepakatan untuk ditindaklanjuti, ada turunan-turunan PP maupun Perpres," jelas Airlangga.

"Salah satunya terkait dengan komersial pembelian migas dari Amerika, dimana itu penugasannya salah satunya ke Pertamina," tambahnya.

Impor mencapai 15 miliar USD

Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Lakukan Negosiasi
Sebanyak 189 kapal yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) telah menggunakan bahan bakar biodiesel B40 sejak Januari 2025. (Dok Pertamina) © 2026 Liputan6.com

Sebelumnya, Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk melakukan kerja sama dalam impor energi dengan total nilai sekitar USD 15 miliar. Kerja sama ini mencakup pembelian minyak mentah (crude oil) serta gas petroleum cair (LPG).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Senin, 28 Juli 2025.

"Kita kan sudah sepakati, bahwa kita akan belanja BBM crude dan LPG, yang harganya itu sekitar kurang lebih USD 15 miliar. Itu pasti kita akan lakukan dengan langkah-langkah memperhatikan nilai keekonomian," ujarnya.

Tingkatkan impor LPG

Swasta Bisa Impor Energi dari Amerika Serikat Tanpa Lelang
Pendangkalan alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai menjadi penyebab Kapal Tanker Pengiriman BBM gagal sandar di pelabuhan dan menghambat pasokan distribusi BBM di Bengkulu, sehingga Pertamin © 2025 Liputan6.com

Menurut Bahlil, saat ini pihaknya sedang menyiapkan alat untuk merumuskan kesepakatan harga perdagangan yang lebih kompetitif. Ia menjelaskan bahwa impor LPG dari Amerika Serikat sudah berjalan, dan Indonesia berencana untuk meningkatkan volumenya dalam waktu dekat sebagai langkah lanjutan dari kesepakatan yang telah dicapai antara kedua negara.

"Kalau LPG sudah terjadi, sekarang volumenya kita tingkatkan. Itu yang sedang kita kerjakan sekarang," ungkapnya. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai rincian volume impor BBM dan LPG, Bahlil mengatakan bahwa informasi tersebut akan disampaikan di kemudian hari.

Rekomendasi