Data BPS: Neraca Perdagangan RI Januari-Juni 2026 Surplus USD 3,58 Miliar

Ateng merinci bahwa surplus sepanjang semester pertama tahun 2026 terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar USD 19,35 miliar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Data BPS: Neraca Perdagangan RI Januari-Juni 2026 Surplus USD 3,58 Miliar
BPS mengumumkan data inflasi Juli 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai USd 3,58 miliar pada periode Januari-Juni 2026.

"Sepanjang Januari-Juni 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar USD 3,58 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, Ateng merinci bahwa surplus sepanjang semester pertama tahun 2026 terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar USD 19,35 miliar. Sementara untuk komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD 15,77 miliar.

Total Nilai Ekspor dan Impor

Badan Pusat Statistik (BPS)
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai USD 22,16 miliar atau naik 3,39 persen dibanding ekspor Januari 2025.

Secara kumulatif, total nilai ekspor mengalami peningkatan 4,13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan nilai USD 140,81 miliar.

Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 6,18 persen.

Di sisi lain, nilai impor sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai USD 37,24 miliar atau meningkat 18,69 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2025.

Adapun untuk periode Juni, Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 450 juta, dengan rincian nilai ekspor sebesar USD 25,46 miliar, sedangkan impor tercatat senilai USD 25,91 miliar.

Rekomendasi