Trivia: Stok Beras Nasional Rekor Tertinggi! Bulog Hadirkan Kemasan Baru Beras Premium Befood Sentra Ramos dari Petani Lokal

Perum Bulog resmi meluncurkan kemasan baru beras premium Befood Sentra Ramos, menegaskan komitmen pada kualitas beras nasional dan ketahanan pangan. Simak keunggulannya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Stok Beras Nasional Rekor Tertinggi! Bulog Hadirkan Kemasan Baru Beras Premium Befood Sentra Ramos dari Petani Lokal
Perum Bulog resmi meluncurkan kemasan baru Beras Befood Sentra Ramos, produk premium yang telah terjual 100 ribu ton. Inovasi ini perkuat citra beras nasional. Simak detailnya! (AntaraNews)

Perum Bulog secara resmi memperkenalkan kemasan baru beras premium Befood Sentra Ramos pada Minggu, 2 November, di Jakarta. Peluncuran ini bertujuan untuk memperkuat citra beras nasional yang berkualitas tinggi dan sehat. Acara "Befood Rice Up Your Day" di kawasan Senayan menjadi saksi antusiasme masyarakat.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa Befood Sentra Ramos hadir sebagai beras premium unggulan. Beras ini memiliki kadar air 14 persen dan tingkat pecahan hanya 15 persen. Kualitas tersebut menjamin tekstur pulen serta rasa yang disukai berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

Inovasi kemasan baru ini merupakan bagian dari upaya Bulog menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, langkah ini juga untuk mendukung produk dalam negeri yang berasal dari hasil kerja keras petani. Seluruh bahan baku diserap langsung dari petani di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Kualitas Unggul dan Dukungan Petani Lokal

Beras Befood Sentra Ramos dirancang khusus untuk memenuhi selera masyarakat Indonesia dengan standar kualitas premium. Produk ini memiliki kadar air yang terjaga pada 14 persen. Selain itu, tingkat pecahan berasnya hanya mencapai 15 persen. Karakteristik ini menghasilkan beras yang pulen dan lezat saat dikonsumsi.

Keunggulan utama Befood Sentra Ramos terletak pada sumber bahan bakunya. Bulog menyerap gabah dan beras langsung dari para petani di seluruh pelosok Indonesia. Praktik ini tidak hanya memastikan kualitas terbaik, tetapi juga mendukung keberlanjutan rantai pasok pangan nasional. Ini juga menggerakkan ekonomi para petani lokal.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen ini. "Jadi yang namanya beras Bulog adalah beras yang bahan dasarnya diambil dari para petani seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujarnya. Ia menambahkan, "Dan beras-beras ini adalah beras-beras yang terbaik yang diberikan oleh petani Indonesia kepada Bulog."

Rekor Stok Nasional dan Jangkauan Distribusi Luas

Hingga awal November 2025, penjualan beras Befood telah mencapai angka lebih dari 100 ribu ton. Pencapaian ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap produk beras premium buatan dalam negeri. Rizal menyatakan bahwa "Ini menunjukkan masyarakat akan lebih memiliki banyak pilihan selain beras-beras yang ada di luar. Alhamdulillah, beras Befood juga capaiannya sampai dengan hari ini itu lebih dari 100 ribu ton yang kami pasarkan."

Penyerapan gabah dan beras dari petani merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sepanjang tahun 2025, Bulog telah berhasil menyerap lebih dari 3 juta ton beras. Langkah strategis ini memperkuat posisi Bulog sebagai penopang ketahanan pangan.

Hasilnya, stok beras nasional yang dikelola Bulog kini mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. Sebanyak 4,2 juta ton beras tersimpan aman di seluruh gudang perusahaan BUMN pangan tersebut. Angka ini menunjukkan kapasitas Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan.

Untuk memastikan ketersediaan, Bulog mendistribusikan Befood Sentra Ramos dan merek lainnya secara luas. Distribusi dilakukan melalui ritel modern, pasar tradisional, serta jaringan distribusi. Jangkauannya mencakup seluruh wilayah Indonesia, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote.

Strategi Harga dan Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan

Bulog menerapkan kebijakan harga beras berdasarkan zonasi wilayah untuk memastikan pemerataan akses. Ada tiga zona utama yang ditetapkan. Zona satu meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.

Zona dua mencakup wilayah Sumatra (selain Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan. Sementara itu, zona tiga diperuntukkan bagi Maluku dan Papua. Pembagian zona ini bertujuan agar harga beras tetap terjangkau di berbagai daerah.

Dengan inovasi Befood Sentra Ramos dan komitmen menjaga kualitas beras, Bulog menegaskan perannya. Perusahaan ini menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional. Bulog juga berperan sebagai penggerak ekonomi bagi para petani di seluruh tanah air.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi