Ajak Anggota DPR, Menko Luhut Jajal Kereta Cepat dengan Kecepatan 300 Km/Jam

Luhut menjelaskan, saat ini pemasangan alat pencegah kebisingan (sound barrier) sudah hampir selesai. Alat ini berfungsi menghalau emisi suara yang dihasilkan dari kereta yang berjalan dengan kecepatan tinggi.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Ajak Anggota DPR, Menko Luhut Jajal Kereta Cepat dengan Kecepatan 300 Km/Jam
Jokowi resmikan kereta cepat Bandung-Jakarta. ©Reuters/Garry Lotulung

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan menjajal Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) dengan kecepatan 300 Km per jam.

"Tanggal 14 bulan ini kami akan coba, kita coba 300 Km per jam," kata Luhut dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Dalam rapat tersebut, Luhut mengajak para anggota dewan untuk turut serta menjajal kereta cepat pertama di Indonesia.

"Kalau Yang Mulia, Bapak-bapak sekalian mau ikut, saya akan coba 300 Km ini tanggal 15 atau 16. Nanti kita coba kereta cepat (dengan kecepatan) 300 Km," ajak Luhut.

Luhut menjelaskan, saat ini pemasangan alat pencegah kebisingan (sound barrier) sudah hampir selesai. Alat ini berfungsi menghalau emisi suara yang dihasilkan dari kereta yang berjalan dengan kecepatan tinggi.

"Jadi sound barrier ini hampir selesai semua," kata dia.

Rencananya, pada bulan Agustus nanti, Luhut akan mengajak masyarakat yang tinggal di dekat rel kereta cepat untuk juga menjajal KCJB gratis. Pada saat tersebut, diharapkan kereta cepat sudah berjalan dengan kecepatan 350 km/jam.

"Agustus untuk rakyat sekitar yang tinggal di rel kereta cepat, kita cepat kita gratis dan kkita akan capai 350 Km per jam," kata Luhut.

Luhut: Kereta Cepat Jakarta Bandung Sudah Terintegrasi

Sehingga perjalanan dari Jakarta-Bandung atau sebaliknya bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 1 jam. Di Padalarang yang menjadi stasiun akhir kereta cepat juga akan disiapkan transportasi pengumpan menuju Bandung.

"Freder-nya kita siapkan dari Padalarang ke Bandung," kata Luhut.

Sementera itu di Jakarta, dari stasiun akhir di kawasan Halim akan terhubung langsung dengan LRT. Selain itu, LRT juga akan disambungkan dengan Bus Transjakarta.

"Jadi kalau ada yang bilang tidak terintegrasi, itu tidak betul. Tiga moda ini kita buat terintegrasi," pungkasnya.

Rekomendasi