Direktur Utama PT Rekayasa Industri (Rekind), Triyani Utaminingsih mengunjungi beberapa perguruan tinggi. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya untuk memberikan gagasan, program, pembekalan sekaligus pengenalan tentang dunia EPC (Engineering, Procurement and Construction) yang melekat dalam keseharian Rekind.
Wanita yang akrab disapa Yani tersebut memulai roadshow ke Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI).
"Selain memperkenalkan dunia EPC, Rekind hadir untuk memotivasi para calon insinyur muda agar dapat berkarya dan membangun negerinya secara mandiri. Di samping itu para mahasiswa ini juga harus dibuka wawasan akademisnya mengenai berbagai jenis proyek dan bagaimana perusahaan EPC ini bekerja," terang Yani di Jakarta, Jumat (2/6).
Dia berharap, melalui gambaran ini akan semakin menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan para insinyur Indonesia terutama dalam membangun bangsanya di bidang energi, petrokimia dan migas.
"Tidak salah kalau ada yang menilai Rekind merupakan partner universitas, sekaligus tempat belajar dan rumah para insinyur untuk berkarya yang muaranya demi satu tujuan, maju bersama untuk Indonesia," kata Yani menegaskan.
Menurutnya, Rekind dikenal sebagai pelopor dan pemimpin dalam sektor EPC. Awal mula Rekind didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1981 sebagai BUMN yang fokus pada pembangunan pabrik petrokimia.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang menginjak usianya ke 42 tahun ini mampu mengembangkan kompetensinya agar lebih maju di berbagai sektor industri.
Pengakuan dan prestasi bisa diraih berkat dukungan maksimal insinyur-insinyur muda Rekind yang pantang menyerah dan haus akan pengetahuan EPC, karena sebelumya pengetahuan ini hanya didominasi perusahaan asing.
"Kompetensi kami terus meluas, mulai dari petrokimia, oil & gas, mineral, geothermal, lingkungan hingga infrastruktur energi. Sampai detik ini kami terus mengerjakan proyek energi untuk perusahaan nasional dan multinasional. Ini semua juga berkat dukungan kuat dari para engineer muda Rekind," ucap SVP Power, Fertilizer & Overseas Commercial Rekind Mohamad Agung.
Advertisement
Petrochemicals juga merupakan bisnis kompetensi Rekind yang utama, dengan track record lebih dari 30 tahun. Semenjak itu, lanjut Agung, Rekind didaulat menjadi leader di regional Asia Tenggara untuk perusahaan rancang bangun fasilitas petrokimia dan kilang minyak.
Dari banyak proyek yang diselesaikannya, Rekind merupakan perusahaan Indonesia pertama kali yang sukses menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk di luar negeri, sehingga di tahun 2005 oleh The Federation of Engineering Institutions of Southeast Asia and Pacific (FEISAP) Rekind dianugerahi ASEAN Engineering Award.
Bidang operasi refinery, oil and gas, juga dikenal sebagai operasi yang menuntut keahlian teknis yang maju dan sama sekali tidak mengenal ruang kesalahan (error). Untuk hal ini, Rekind lebih dari 1 dekade berpengalaman mengelola proyek kilang (refinery) dan migas untuk Perusahaan domestik dan internasional dengan pencapaian keselamatan kerja (safety) yang terbaik, berkualitas (quality) dan tepat waktu.
"Kesuksesan Project berawal dari perencanaan yang tepat, cermat, dan optimum," tutup Yani.