RSUD Sekarwangi Cibadak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami over kapasitas seiring lonjakan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh sesak, sementara ruang perawatan sudah tidak mencukupi.
Peningkatan kasus terjadi sejak pertengahan Agustus 2026 dan terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini diduga dipicu cuaca ekstrem El Nino serta paparan debu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah pasien menunggu di selasar dan ruang tunggu IGD. Pasien anak yang masih diobservasi tampak dipangku orang tuanya dengan selang infus terpasang. Sebagian dirawat di velbed darurat, bahkan ada yang tidur beralaskan lantai sembari menanti ketersediaan kamar.
Orang tua pasien asal Ciambar, Sri Putri, mengaku telah dua hari menunggu ruangan di area IGD.
"Dua hari sama ini, iya belum dapat ruangan. Anaknya panas sama mencret, sama sesek," ujar Sri Putri di IGD RSUD Sekarwangi, Selasa (8/9/2026).
Advertisement
Kunjungan Pasien ISPA Terus Meningkat
Pihak manajemen RSUD Sekarwangi membenarkan kenaikan signifikan kunjungan pasien, terutama di IGD dan bangsal anak.
"Sebenarnya sepanjang Agustus ini kunjungan khususnya di IGD ini sangat meningkat, malah beberapa hari sempat terjadi over kapasitas," kata Wakil Direktur RSUD Sekarwangi, Andry Priana Jaya.
Menurut Andry, arus pasien terus menguat dari awal hingga akhir Agustus dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
"Fenomena ini memang sudah dirasakan sejak awal sampai akhir Agustus, bukannya mengalami penurunan malah makin bertambah jumlah pasien yang masuk ke IGD," lanjutnya.
Keterbatasan tempat tidur di bangsal anak menjadi kendala utama penanganan pasien yang membutuhkan rawat inap.
"Data tadi pagi ada 27 pasien anak yang harus dirawat, namun masih menunggu ruangan karena kapasitas ruang anak hanya 40 tempat tidur," jelas Andry.
Merespons situasi tersebut, manajemen berupaya menambah kapasitas ruang perawatan. Keluarga pasien juga diinformasikan bahwa surat rujukan ke rumah sakit lain akan diterbitkan apabila kapasitas tidak memungkinkan.