Membuat es batu biasanya membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi ada beberapa cara yang bisa dicoba ketika Anda membutuhkan es dalam waktu lebih singkat. Cara membuat es batu cepat beku saat dibutuhkan pada dasarnya berkaitan dengan bagaimana panas dari air dapat dipindahkan secepat mungkin ke lingkungan freezer.
Es batu memang terlihat sederhana, tetapi proses pembekuannya melibatkan perpindahan panas dan perubahan wujud. Air harus kehilangan energi panas hingga mencapai titik beku, kemudian membentuk kristal es. Karena itu, bentuk wadah, jumlah air, suhu freezer, hingga sirkulasi udara di sekitarnya dapat memengaruhi lamanya proses.
Salah satu trik yang cukup populer adalah menggunakan air panas, bukan air dingin. Cara ini berkaitan dengan fenomena yang dikenal sebagai Mpemba effect, yaitu kondisi tertentu ketika air yang awalnya lebih panas dapat mulai membeku lebih cepat daripada air yang lebih dingin. Namun, fenomena ini tidak selalu terjadi dan masih menjadi bahan penelitian ilmiah, Selasa (8/9/2026).
Advertisement
1. Gunakan cetakan es dengan ruang yang tipis dan kecil
Cara paling mudah untuk mempercepat pembekuan adalah menggunakan cetakan yang menghasilkan es batu berukuran kecil. Semakin kecil volume air yang dibekukan, semakin pendek pula jarak yang harus ditempuh panas untuk keluar dari air.
Prinsip ini sejalan dengan penjelasan Energy Encyclopedia mengenai proses pembekuan. Air membeku ketika molekul-molekulnya kehilangan energi dan mulai membentuk susunan kristal padat. Semakin cepat panas dipindahkan dari air ke lingkungan, semakin cepat proses pembekuan berlangsung.
Karena itu, cetakan es berukuran kecil atau cetakan dengan bentuk tipis lebih praktis ketika Anda sedang terburu-buru. Dibandingkan menuangkan air ke dalam wadah besar dan dalam, membaginya menjadi beberapa ruang kecil membuat panas lebih mudah keluar.
Jika membutuhkan es untuk minuman dalam waktu singkat, pilih cetakan mini ice cube daripada cetakan es berukuran besar.
2. Jangan mengisi cetakan terlalu penuh
Setelah memilih cetakan yang tepat, perhatikan jumlah air yang dituangkan. Jangan memenuhi setiap rongga sampai bibir cetakan.
Air yang terlalu banyak berarti massa yang harus didinginkan juga semakin besar. Selain itu, lapisan air yang lebih tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk kehilangan panas dari bagian tengahnya.
Untuk menerapkan cara membuat es batu cepat beku saat dibutuhkan, cukup isi setiap rongga sesuai kapasitasnya dan sisakan sedikit ruang. Cara ini juga membantu mencegah air meluber ketika cetakan dipindahkan ke freezer.
3. Letakkan cetakan di bagian freezer yang paling dingin
Suhu lingkungan merupakan faktor penting dalam kecepatan pembekuan. Semakin dingin lingkungan di sekitar air, semakin besar perbedaan suhu antara air dan udara freezer sehingga panas dapat dipindahkan lebih cepat.
Energy Encyclopedia menjelaskan bahwa pembekuan dipercepat ketika cairan ditempatkan di lingkungan yang lebih dingin. Karena itu, pastikan freezer bekerja pada suhu yang sesuai dan tidak terlalu sering dibuka-tutup.
Untuk penyimpanan makanan beku, USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS) merekomendasikan freezer berada pada suhu 0°F atau sekitar -17,8°C.
Namun, jangan berasumsi bahwa menurunkan suhu freezer secara ekstrem selalu membuat es batu langsung membeku. Kondisi freezer, sirkulasi udara, kapasitas pendinginan, dan jumlah benda di dalamnya tetap berpengaruh.
Advertisement
4. Beri jarak antara cetakan es dan benda lain
Jangan menjejalkan cetakan es di antara banyak wadah makanan beku. Berikan ruang agar udara dingin dapat bergerak di sekeliling cetakan.
Prinsipnya sama dengan pembekuan cepat pada makanan. USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS) menyarankan makanan yang akan dibekukan tidak ditumpuk dan sebaiknya disebarkan dalam satu lapisan agar proses pembekuan berlangsung lebih cepat.
Untuk es batu, Anda dapat meletakkan cetakan di permukaan freezer yang datar dan tidak terhalang. Hindari menutupinya dengan wadah lain karena hal tersebut dapat menghambat perpindahan panas dari cetakan ke udara dingin.
5. Gunakan cetakan berbahan penghantar panas yang baik
Bahan wadah juga dapat memengaruhi proses pendinginan. Secara sederhana, bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik dapat membantu panas dari air berpindah menuju lingkungan freezer.
Energy Encyclopedia menjelaskan bahwa perpindahan panas melalui material yang memiliki kemampuan menghantarkan panas lebih baik dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan melalui penghantar yang buruk seperti udara. Luas permukaan juga berperan penting dalam proses tersebut.
Itulah sebabnya bentuk dan bahan cetakan tidak sekadar persoalan estetika. Cetakan dengan rongga kecil dan desain yang memungkinkan permukaannya bersentuhan baik dengan lingkungan dingin dapat membantu mempercepat proses.
6. Coba menggunakan air panas, tetapi jangan menganggapnya sebagai trik yang pasti berhasil
Inilah bagian yang paling menarik dari cara membuat es batu cepat beku saat dibutuhkan. Anda mungkin pernah mendengar bahwa air panas dapat membeku lebih cepat daripada air dingin.
Fenomena tersebut dikenal sebagai Mpemba effect. Tasting Table menyebut penggunaan air panas sebagai salah satu trik yang dapat dicoba ketika membutuhkan es dalam waktu singkat. Air yang sangat panas dimasukkan ke cetakan lalu ditempatkan di freezer.
Namun, ada catatan penting: fenomena tersebut tidak selalu terjadi.
Penelitian dalam jurnal Scientific Reports oleh Henry C. Burridge dan Paul F. Linden menemukan bahwa dalam kondisi eksperimen tertentu tidak ada bukti yang mendukung klaim umum bahwa air panas selalu mendingin lebih cepat daripada air dingin.
Di sisi lain, penelitian lain menunjukkan bahwa efek tersebut memang dapat muncul dalam kondisi tertentu. Nature Reviews Physics mencatat adanya eksperimen yang dapat mereproduksi Mpemba effect secara lebih meyakinkan.
Jadi, jika Anda sedang terburu-buru, menggunakan air panas boleh dicoba, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya strategi. Faktor seperti penguapan, konveksi, kandungan gas terlarut, suhu awal, ukuran wadah, dan supercooling dapat memengaruhi hasil.
Advertisement
7. Mengapa air panas terkadang bisa membeku lebih cepat?
Penjelasannya cukup kompleks. Ketika air panas dimasukkan ke freezer, sebagian air dapat menguap sehingga jumlah air yang harus dibekukan berkurang. Perbedaan suhu yang besar juga dapat memengaruhi perpindahan panas dan menciptakan arus konveksi di dalam air.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Chemical Engineering Science membahas beberapa faktor yang mungkin berperan dalam Mpemba effect, termasuk perpindahan panas, gas terlarut, dan pembentukan mikrogelembung.
Ada pula faktor supercooling. Air dapat berada di bawah titik beku tanpa langsung berubah menjadi es apabila belum terbentuk inti kristal yang memicu pembekuan. Kondisi seperti ini dapat membuat air yang temperaturnya sudah sangat rendah masih tetap cair.
Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa Mpemba effect dapat muncul secara konsisten dalam kondisi tertentu, terutama ketika kondisi pembentukan inti es dan perpindahan panas dikendalikan.
Artinya, trik air panas bukanlah hukum sederhana yang berbunyi "semakin panas air, semakin cepat membeku". Efeknya bergantung pada kondisi.
8. Jangan gunakan wadah yang terlalu dalam
Jika ingin mendapatkan es dengan cepat, hindari menggunakan mangkuk atau wadah tinggi. Air yang dalam membutuhkan waktu lebih lama untuk membeku seluruhnya.
Energy Encyclopedia memberikan gambaran sederhana mengenai hal tersebut: jumlah air yang sama dapat membeku lebih cepat ketika disebarkan dalam lapisan tipis dibandingkan ketika dikumpulkan dalam bentuk yang lebih tebal. Hal ini terjadi karena luas permukaan yang tersedia untuk pelepasan panas menjadi lebih besar.
Karena itu, cetakan es dengan rongga dangkal dapat menjadi pilihan praktis untuk kebutuhan mendadak.
9. Pastikan freezer tidak terlalu penuh
Freezer yang penuh sesak dapat membuat sirkulasi udara dingin menjadi kurang optimal. Jika Anda sedang membutuhkan es dengan cepat, hindari memasukkan cetakan ke dalam ruang yang penuh dengan makanan baru atau wadah yang masih hangat.
Benda yang baru dimasukkan ke freezer juga membawa panas sehingga sistem pendingin harus bekerja untuk menurunkan suhu benda-benda tersebut.
USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS) juga menekankan pentingnya pembekuan cepat untuk menjaga kualitas makanan dan menyarankan agar benda yang akan dibekukan tidak ditumpuk.
Advertisement
10. Hindari terlalu sering membuka pintu freezer
Kebiasaan membuka pintu freezer setiap beberapa menit untuk mengecek es justru dapat memperlambat proses. Udara dingin keluar setiap kali pintu dibuka, sementara udara yang lebih hangat masuk.
Jika Anda sedang mencoba metode cepat, masukkan cetakan, tutup pintu freezer rapat-rapat, kemudian biarkan proses berlangsung tanpa gangguan.
Kebiasaan sederhana ini sering kali lebih berguna daripada mencoba berbagai trik yang belum tentu memberikan hasil konsisten.
Jadi, Mana Cara yang Paling Efektif?
Jika membutuhkan es batu secepat mungkin, kombinasi beberapa langkah biasanya lebih masuk akal daripada hanya mengandalkan satu trik. Gunakan cetakan es berukuran kecil, jangan mengisi terlalu penuh, letakkan di bagian freezer yang dingin dengan sirkulasi udara baik, dan jangan sering membuka pintu freezer.
Anda juga dapat bereksperimen menggunakan air panas untuk melihat apakah Mpemba effect terjadi pada freezer dan kondisi air di rumah. Akan tetapi, jangan menganggap hasil percobaan tersebut sebagai sesuatu yang pasti. Literatur ilmiah menunjukkan bahwa efek air panas membeku lebih cepat sangat bergantung pada kondisi eksperimen.
Pada akhirnya, prinsip paling dapat diandalkan dalam cara membuat es batu cepat beku saat dibutuhkan adalah memperbesar laju pelepasan panas. Buat air dalam volume kecil, gunakan wadah yang sesuai, berikan paparan yang baik terhadap udara dingin, dan pastikan freezer berada pada suhu yang memadai.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Membekukan Air
1. Berapa lama air biasanya berubah menjadi es batu?
Waktunya bergantung pada ukuran cetakan, jumlah air, suhu freezer, bahan cetakan, dan kondisi freezer. Es batu berukuran standar umumnya membutuhkan beberapa jam untuk membeku seluruhnya. Cetakan yang lebih kecil dan dangkal dapat memperpendek waktu tersebut.
2. Apakah air panas benar-benar lebih cepat membeku daripada air dingin?
Tidak selalu. Fenomena tersebut dikenal sebagai Mpemba effect dan telah diamati dalam kondisi tertentu, tetapi penelitian menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten. Faktor seperti penguapan, konveksi, supercooling, gas terlarut, dan perpindahan panas dapat memengaruhinya.
3. Apakah memasukkan air mendidih langsung ke freezer aman?
Sebaiknya hindari memasukkan wadah yang sangat panas secara langsung jika wadah tersebut tidak dirancang untuk perubahan suhu ekstrem. Perubahan temperatur mendadak dapat menyebabkan material tertentu retak atau rusak. Jika ingin mencoba metode air panas, gunakan wadah yang memang aman untuk suhu tersebut dan berhati-hati saat memindahkannya.
4. Apakah semakin dingin freezer, semakin cepat es membeku?
Secara umum, lingkungan yang lebih dingin meningkatkan laju pelepasan panas dari air. Namun, kecepatan pembekuan tidak hanya ditentukan oleh angka suhu. Sirkulasi udara, kepadatan freezer, ukuran es, bahan cetakan, dan kondisi alat juga berpengaruh. USDA merekomendasikan suhu freezer sekitar 0°F atau -17,8°C untuk penyimpanan makanan beku.
5. Bagaimana agar es batu lebih cepat beku tanpa menggunakan air panas?
Gunakan cetakan dengan rongga kecil, isi air secukupnya, letakkan cetakan pada area freezer yang memiliki sirkulasi udara baik, jangan menumpuk benda di atasnya, dan hindari membuka pintu freezer berulang kali. Cara tersebut mengoptimalkan perpindahan panas tanpa harus mengandalkan Mpemba effect.