Bau tidak sedap pada sepatu sering muncul setelah alas kaki digunakan berulang kali, terutama ketika keringat dan kelembapan terperangkap di bagian dalam. Kondisi tersebut dapat membuat bakteri berkembang dan menghasilkan aroma yang mengganggu.
Namun, menghilangkan bau sepatu tidak selalu harus dilakukan dengan mencuci atau menjemurnya di bawah sinar matahari. Ada beberapa cara praktis menggunakan bahan sederhana yang dapat membantu menyerap kelembapan sekaligus mengurangi aroma tidak sedap tanpa membuat sepatu terkena air.
Berikut cara menghilangkan bau sepatu tanpa dicuci dan dijemur, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin (7/9).
Advertisement
1. Gunakan Baking Soda
Baking soda menjadi salah satu pilihan sederhana untuk mengatasi bau sepatu karena dapat membantu menyerap kelembapan dan menetralisir aroma tidak sedap. Bahan ini dapat digunakan pada bagian dalam sepatu yang menjadi tempat berkumpulnya keringat dan kelembapan.
Caranya, taburkan sekitar satu hingga dua sendok makan baking soda ke dalam masing-masing sepatu. Usahakan bubuk tersebar pada bagian dalam, terutama area ujung sepatu dan sekitar sol dalam.
Diamkan baking soda selama beberapa jam atau semalaman agar bekerja menyerap bau. Setelah itu, keluarkan seluruh bubuk sebelum sepatu digunakan kembali agar tidak meninggalkan residu pada kaki atau kaus kaki.
Advertisement
2. Masukkan Kantong Teh Kering
Kantong teh kering juga dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bau pada sepatu. Teh, khususnya teh hitam, mengandung tanin dan dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap sekaligus menyerap sebagian kelembapan di dalam sepatu.
Gunakan satu atau dua kantong teh yang benar-benar kering untuk setiap sepatu, kemudian masukkan ke bagian dalam. Jika menggunakan kantong teh bekas seduhan, pastikan kantong tersebut sudah benar-benar kering sebelum dimasukkan agar tidak menambah kelembapan.
Biarkan kantong teh berada di dalam sepatu selama beberapa jam atau semalaman. Cara ini praktis dilakukan setelah sepatu selesai digunakan dan sebelum disimpan kembali.
Advertisement
3. Manfaatkan Silica Gel
Silica gel dapat membantu mengurangi kelembapan yang terperangkap di dalam sepatu. Bahan ini sering ditemukan dalam kemasan sepatu, tas, atau barang lainnya sehingga Anda dapat memanfaatkannya kembali selama sachetnya masih layak digunakan.
Masukkan beberapa sachet silica gel ke dalam sepatu setelah digunakan. Letakkan terutama di bagian dalam yang terasa lembap, kemudian biarkan selama sepatu tidak digunakan.
Metode ini lebih ditujukan untuk mengendalikan kelembapan yang dapat memperparah bau, bukan sekadar menutupi aroma dengan pewangi. Karena itu, silica gel dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan sepatu, terutama jika sepatu sering dipakai.
Advertisement
4. Isi Sepatu dengan Kertas atau Koran
Kertas atau koran bekas dapat digunakan untuk membantu menyerap kelembapan yang tersisa di dalam sepatu. Cara ini juga dapat membantu mempertahankan bentuk sepatu ketika sedang tidak digunakan.
Caranya, remas atau gulung beberapa lembar kertas, kemudian masukkan ke bagian dalam sepatu hingga memenuhi area ujung dan bagian tengah. Jangan memasukkannya terlalu padat agar kertas tetap dapat menyerap kelembapan dari bagian dalam sepatu.
Biarkan kertas berada di dalam sepatu selama beberapa jam, kemudian ganti jika sudah terasa lembap. Cara ini dapat dikombinasikan dengan baking soda atau silica gel apabila aroma tidak sedap cukup kuat.
Advertisement
5. Gunakan Bubuk Kopi dalam Wadah Berpori
Bubuk kopi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi aroma kurang sedap pada sepatu. Agar tidak mengotori bagian dalam sepatu, sebaiknya kopi tidak ditaburkan secara langsung, melainkan ditempatkan dalam kantong kecil berbahan berpori.
Masukkan sedikit bubuk kopi kering ke dalam kantong kain atau wadah berpori, lalu letakkan di dalam sepatu. Pastikan kopi benar-benar kering karena bahan yang lembap justru dapat meningkatkan kelembapan di dalam sepatu.
Diamkan selama beberapa jam atau semalaman ketika sepatu tidak digunakan. Setelah itu, keluarkan kantong kopi sebelum sepatu dipakai dan ulangi secara berkala jika aroma tidak sedap kembali muncul.
Advertisement
6. Beri Jeda Sebelum Sepatu Disimpan
Selain menggunakan bahan penyerap bau, kebiasaan setelah memakai sepatu juga berpengaruh terhadap munculnya aroma tidak sedap. Sepatu yang langsung dimasukkan ke dalam lemari setelah digunakan cenderung menyimpan kelembapan dari keringat lebih lama.
Setelah melepas sepatu, keluarkan sol dalam jika memang mudah dilepas dan biarkan sepatu berada di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Anda tidak perlu menjemurnya di bawah matahari; cukup hindari menyimpannya langsung di ruang tertutup ketika bagian dalam masih terasa lembap.
Kebiasaan menggunakan sepatu secara bergantian juga dapat membantu memberikan waktu bagi masing-masing pasangan untuk mengurangi kelembapan sebelum dipakai kembali. Selain itu, gunakan kaus kaki bersih setiap kali memakai sepatu untuk membantu mengurangi penumpukan keringat dan bakteri.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Sepatu Tanpa Dicuci dan Dijemur
1. Apakah bau sepatu bisa hilang tanpa dicuci?
Bisa. Bau sepatu dapat dikurangi tanpa dicuci dengan memanfaatkan bahan seperti baking soda, kantong teh kering, silica gel, kertas, atau kopi kering yang membantu menyerap kelembapan dan mengurangi aroma tidak sedap.
2. Berapa lama baking soda dibiarkan di dalam sepatu?
Baking soda dapat dibiarkan selama beberapa jam atau semalaman. Setelah itu, pastikan seluruh bubuk dikeluarkan dari dalam sepatu sebelum digunakan kembali.
3. Apakah kantong teh bekas bisa digunakan untuk menghilangkan bau sepatu?
Bisa, asalkan kantong teh sudah benar-benar kering. Kantong teh yang masih lembap justru dapat menambah kelembapan di dalam sepatu.
4. Apakah silica gel efektif untuk sepatu yang bau?
Silica gel terutama membantu mengurangi kelembapan di dalam sepatu yang dapat memperparah bau. Gunakan sachet yang masih layak dan letakkan di dalam sepatu saat tidak digunakan.
5. Bagaimana agar sepatu tidak cepat bau lagi?
Hindari langsung menyimpan sepatu di ruang tertutup setelah digunakan, terutama ketika bagian dalam masih lembap. Gunakan kaus kaki bersih dan, jika memungkinkan, gunakan sepatu secara bergantian agar setiap pasangan memiliki waktu untuk mengurangi kelembapan.