Persatuan Insinyur Dorong Sertifikasi untuk Hasilkan SDM Unggul Bangun Indonesia

Tak hanya itu, pandemi juga berdampak pada profesi insinyur. Transformasi keinsinyuran mutlak dilakukan agar para insinyur mampu menjawab tantangan perubahan zaman pasca pandemi Covid-19 nantinya.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Persatuan Insinyur Dorong Sertifikasi untuk Hasilkan SDM Unggul Bangun Indonesia
Pertamina. ©2020 Merdeka.com

Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar pada seluruh aspek kehidupan. Masyarakat mulai bekerja dan belajar dari rumah. Pandemi mengharuskan masyarakat tetap produktif meski aktivitas dibatasi untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Tak hanya itu, pandemi juga berdampak pada profesi insinyur. Transformasi keinsinyuran mutlak dilakukan agar para insinyur mampu menjawab tantangan perubahan zaman pasca pandemi Covid-19 nantinya.

"Proses transformasi keinsinyuran oleh PII menjadi keharusan agar seluruh kekuatan sumber daya manusia (SDM) insinyur dapat sepenuhnya mendukung strategi pembangunan bangsa di segala sektor dalam konteks kompetisi global," kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto.

Menurut Heru, transformasi digital, kemandirian industri nasional, kemandirian ketahanan nir-militer seperti ketahanan kesehatan, teknologi, pangan dan energi membutuhkan karya-karya besar dari para insinyur Indonesia.

"Ketangguhan dan kemandirian bangsa di dalam menghadapi segala bentuk tantangan zaman ternyata harus banyak dikerjakan oleh manusia-manusia Indonesia yang berprofesi sebagai insinyur," katanya.

Dalam peluncuran dan bedah buku daring 'Redesigning Indonesia: An Engineer's View', Heru menegaskan, seluruh proses tahapan untuk menghasilkan manusia-manusia unggul yang berprofesi insinyur harus benar-benar disiapkan secara matang untuk memenuhi kebutuhan dan membangun kemandirian industri Tanah Air di masa depan.

Transformasi keinsinyuran itu dilakukan dengan standarisasi kompetensi melalui sistem sertifikasi dan akreditasi di sepanjang rantai nilai (value chain) keinsinyuran.

"PII sudah tidak akan menghasilkan insinyur-insinyur yang sama untuk masa lalu atau masa kini, melainkan harus benar-benar menghasilkan insinyur untuk masa depan," kata Heru.

Beri Masukan dan Pemikiran

Sebagai rumah besar bagi semua insinyur di Indonesia, ia melanjutkan, PII terpanggil untuk memberikan pemikiran-pemikiran serta karya-karya terbaiknya yang dibutuhkan bangsa dan negara dim asa yg penuh tantangan ini.

"Pandemi ini harus dijadikan refleksi untuk melakukan re-imaginasi guna mendesain ulang Indonesia ke depan yg lebih baik. Kita tidak bisa diam menunggu pandemi berakhir dan berharap keadaan kembali seperti semula. Jangan sampai bangsa kita tertinggal oleh kekuatan bangsa-bangsa lain yang telah mendesain ulang (me-reset)negerinya dengan lebih baik," pungkasnya.

Rekomendasi