Cuma bagi-bagi traktor, komitmen swasembada pangan Jokowi diragukan

Seharusnya petani diberi penyuluhan dan pelatihan untuk membaca data spasial pertanian.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Cuma bagi-bagi traktor, komitmen swasembada pangan Jokowi diragukan
Jokowi bagi-bagi traktor ke petani Subang. ©Setpres RI/Edi

Lebih dari enam bulan menjalankan roda pemerintahan, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai belum menunjukkan komitmen perubahan tata kelola pertanian. Kalangan akademisi meragukan realisasi dari ambisi Jokowi-JK mewujudkan swasembada pangan dalam 3-4 tahun ke depan.

"Swasembada pangan idealnya memahami data spasial itu kebutuhan primer buat masyarakat. Di mana belum dilakukan dengan baik" ucap dosen Geofisik UI Mangapul Tambunan kepada merdeka.com, di kantornya, Jakarta, Rabu (22/4).

Data spasial meliputi curah hujan, database, data alat ukur dan ini harus dipahami oleh petani. Untuk dapat membaca data spasial, petani perlu diberi penyuluhan dan pelatihan.

"Jadi tahu kapan menanam padi, mengelola panen, kapan tanah istirahat. Dilakukan ranking data spasial, petani dibagikan peta dan didampingi akademisi. Sekarang belum dilakukan masih seperempat hati," katanya.

Data ini dapat terus digunakan bertahun-tahun. Dia berharap, pemerintahan Jokowi memfasilitasi dan mengajarkan petani membaca data spasial demi mewujudkan swasembada pangan.

"Jangan pembagian traktor itu cuma sekadar pemanis. Itu harusnya ada di rangking tiga atau empat," tegasnya.

Rekomendasi