Kepesertaan masyarakat di Bursa Efek Indonesia saat ini masih terlalu rendah. Dari potensi 100 juta kelas menengah, dengan kemampuan membeli saham, investor terdaftar baru capai 400.000 orang. Saat ini, rasionya baru 0,3 persen."Rasanya ruang untuk tumbuh masih sangat-sangat besar," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo di Jakarta, Rabu (16/9).Bursa saham Indonesia, dinilai masih kalah dengan bursa di Asia Tenggara. Padahal, keuntungan yang didapat investor bisa lebih tinggi dibandingkan hanya menyimpan uang di tabungan bank.Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia mengaku melakukan berbagai langkah terobosan untuk menggaet duit yang dimiliki para kelas menengah anyar, agar mau jadi investor di buras. lantas, apa saja cara mereka? berikut ulasannya.
Advertisement
Beli saham lewat HP
Jumlah handphone di Indonesia diklaim sudah dua kali lipat dari jumlah penduduk. Melihat potensi tersebut, perkembangan teknologi ini perlu dimanfaatkan. Ini akan memberikan ruang pada pasar modal untuk menawarkan produknya, sehingga bisa menyasar yang berada di kota kecil.
Aturan buat pengenalan dan aktivasi pembelian saham lewat ponsel kini terus digodok OJK dengan formatnya tidak jauh beda dari branchless banking.
"Semacam branchless banking akan kita launch, memungkinkan penetrasi teknologi. Untuk itu kita sangat bergantung pada dukungan perusahaan telekomunikasi," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad.
Advertisement
Jual reksadana di toko ritail
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal memberi kemudahan untuk membeli produk reksadana melalui toko ritel. OJK mengaku tengah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk rencana implementasinya."Kalau bisa ritel malah bisa beli reksadana seperti di Sevel. Dengan ritel sedang minta kerja sama dengan BI," ujar Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK, Nur Rochman, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (25/8).Saat ini pihaknya juga tengah survei minat masyarakat pada layanan produk ini. Selain itu, aturan layanan produk ini juga tengah digodok. "Kita minta tanggapan masyarakat karena kita enggak mau program itu keluar tapi enggak bisa diaplikasikan," katanya.
Advertisement
Mahasiswa dibebaskan biaya trading
Bursa Efek Indonesia (BEI) ingin pemerintah memudahkan persyaratan bagi mahasiswa menjadi investor pasar modal. Selama ini, mahasiswa calon investor selalu dirumitkan oleh prosedur administrasi mengikuti ketentuan dari Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK).BEI telah membuat kebijakan membebaskan calon investor mahasiswa dari biaya administrasi Rp 30 ribu per bulan saat melakukan online trading. Mengingat, kebanyakan mahasiswa belum bekerja.
Advertisement
Nasabah bank jadi nasabah BEI
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mendorong sektor perbankan dan pasar modal Indonesia untuk mempererat kerja sama. Kerja sama ini berbentuk sinergi pemanfaatan pasar sehingga bisa menambah jumlah nasabah atau investor.Saat ini sudah banyak perbankan yang menawarkan jasa capital service pasar modal. Peran serta perbankan yang memberikan pelayanan pasar modal cukup menarik nasabah perbankan untuk bergabung ke pasar modal."Pada saatnya nanti bisa menambah jumlah investor, dalam arti nasabah perbankan akan memiliki akses lebih tinggi dalam transaksi pasar modal termasuk investasi pasar modal," ujar Ito di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (15/7).