Cinta memang tak bisa dibeli dengan uang. Namun dalam realita hubungan asmara, urusan keuangan tak jarang menjadi ujian terberat bagi sepasang kekasih. Dikutip dari Oprah.com, laporan terbaru mengungkapkan bahwa hampir sepertiga pasangan di Amerika Serikat mengaku keuangan merupakan pemicu utama stres dalam hubungan mereka. Bahkan, perselisihan terkait uang kerap menjadi indikator utama terjadinya perceraian.
Guna menjaga keutuhan hubungan, para ahli keuangan menyarankan pasangan, baik yang baru menjalin hubungan maupun yang sudah bertahun-tahun bersama untuk membangun kesepakatan yang harmonis terkait cara menabung, membelanjakan, hingga berinvestasi.
Tantangan terbesar bagi mayoritas pasangan adalah menyentuh topik sensitif ini secara konstruktif dan saling mendukung. Pakar finansial menekankan pentingnya membuka percakapan tanpa dibayangi rasa gengsi atau keinginan untuk saling menyalahkan.
Penasihat keuangan asal Amerika, Suze Orman, menegaskan pentingnya mencari solusi bersama saat berdiskusi.
"Kedua belah pihak harus diskusi dengan niat mencari titik temu. Tidak ada yang seratus persen benar ataupun salah," ungkap Suze Orman.
Kunci utama komunikasi ini terletak pada kesediaan untuk saling mendengarkan dan memahami jika ada trauma atau beban emosional terkait uang dari masa lalu masing-masing. Pendekatan yang penuh empati dan bebas dari sikap menghakimi jauh lebih ampuh dalam menciptakan keamanan finansial yang berkelanjutan.
Advertisement
Transparansi Rekam Jejak Keuangan
Di fase awal hubungan, keterbukaan soal riwayat keuangan sangat disarankan. Kejujuran ini memberikan gambaran yang realistis mengenai dinamika hubungan ke depannya.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki skor kredit baik cenderung lebih siap untuk membangun komitmen jangka panjang.
Meski begitu, skor kredit yang kurang memuaskan tidak serta-merta menjadi sinyal buruk. Kondisi tersebut justru bisa dijadikan momen berdiskusi untuk mencari tahu penyebabnya, apakah karena pola konsumsi yang tidak terkontrol, atau akibat krisis tak terduga seperti PHK dan sakit.
Advertisement
Skema 3 Bagian Mengatur Arus Kas Pasangan
Agar keharmonisan tetap terjaga tanpa mengorbankan kemandirian individu, ada skema tiga bagian yang bisa diterapkan dalam mengelola arus kas bersama:
- Akun Pribadi (Mine & Yours) Masing-masing individu tetap memegang rekening dan kartu kredit sendiri. Langkah ini krusial untuk menjaga identitas finansial serta memberikan kebebasan dalam mengalokasikan dana pribadi.
- Akun Bersama (Ours) Rekening dan kartu kredit gabungan yang dialokasikan khusus untuk membiayai kebutuhan operasional rumah tangga serta tabungan bersama.
Berbekal keterbukaan emosional, transparansi rekam jejak, serta pembagian sistem keuangan yang terstruktur, potensi konflik rumah tangga yang dipicu urusan finansial pun dapat ditekan secara signifikan.
Reporter Magang: Hanan Mahira Amani