Warga Mulai Bersihkan Puing Bangunan Pascagempa NTT

Warga di sejumlah daerah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur mulai melakukan pembersihan material bangunan yang rusak, Minggu (16/8/2026). Aktivitas terlihat di Ruteng, Manggarai, dan Lembor setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Pembersihan dilakukan di rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan. Di sisi lain, sebagian warga masih memilih bertahan di tenda darurat dan ruang terbuka karena khawatir terhadap gempa susulan. BNPB mencatat sementara 9.290 warga mengungsi.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Editor
Warga Mulai  Bersihkan Puing Bangunan Pascagempa NTT
Para pekerja membersihkan puing-puing dari sebuah gedung bank yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026. (AFP/ Juni Kriswanto)
1 dari 4 halaman
Warga Mulai  Bersihkan Puing Bangunan Pascagempa NTT
Para pekerja membersihkan puing-puing dari sebuah gedung bank yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026. (AFP/ Juni Kriswanto)
2 dari 4 halaman
Warga Mulai  Bersihkan Puing Bangunan Pascagempa NTT
Seorang pria membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat gempa di Lembor, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
3 dari 4 halaman
Warga Mulai  Bersihkan Puing Bangunan Pascagempa NTT
Warga tinggal di tenda darurat di tengah kekhawatiran akan gempa susulan setelah gempa bumi melanda Lembor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto AP/Firdia Lisnawati)
4 dari 4 halaman
Warga Mulai  Bersihkan Puing Bangunan Pascagempa NTT
Warga tampak berjaga setelah menghabiskan malam di lapangan terbuka di Desa Nangahale, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)
Rekomendasi