Polemik mengenai postur Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang menurut beberapa pihak merugikan pemerintahan baru, masih terus bergulir. Postur anggaran serta program warisan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tercantum dalam RAPBN 2015 rencananya bakal 'dirombak' sesuai kepentingan dan program presiden terpilih Joko Widodo.
Ekonom Universitas Gajah Mada (UGM), Sri Adiningsih melihat, setidaknya ada lima fokus RAPBN 2015 yang perlu jadi perhatian. Tujuannya agar membawa ekonomi Indonesia ke arah lebih baik.
"Kalau tidak bisa kelihatan hasilnya tahun membawa konsekuensi serius di pemerintah mendatang, menyuarakan ancaman fiskal beban BBM subsidi, reformasi perpajakan keseimbangan primer menjadi negatif, memerangi mafia," ungkap Sri di Jokowi Centre, Jakarta, Senin (1/9).
Dia tidak menampik, Jokowi punya kontrak politik dengan beberapa pihak. Namun perlu diingat bahwa Jokowi juga punya kontrak sosial dengan masyarakat. Kontrak-kontrak tersebut bakal berbenturan, namun harus dicari solusi yang terbaik untuk negara.
"Itu yakin wadah tidak semua berbahagia dengan yang sudah di dalam visi misi, itu I'm sorry to say itu kontrak sosial, itu yang harus dilaksanakan, memang tidak bisa bertentangan tapi disempurnakan," jelas dia.