Ekonomi disebut di ambang krisis, apa langkah cepat pemerintah?

Salah satunya, BUMN diminta masuk ke lantai bursa dan membeli kembali saham-saham yang nilainya anjlok.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Ekonomi disebut di ambang krisis, apa langkah cepat pemerintah?
Saham Anjlok. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Ingatan masyarakat tentu tidak lepas dari bayang-bayang masa kelam dalam sejarah perekonomian nasional. Krisis ekonomi 1998 yang berhasil meruntuhkan sendiri-sendiri perekonomian dalam negeri, mempengaruhi psikologi masyarakat hingga saat ini.

Wajar saja jika terpuruknya Rupiah hingga ke level Rp 11.000 per USD, membawa ingatan masyarakat akan krisis 1998. Ada kekhawatiran krisis terulang. Pemerintah harus bekerja keras mengantisipasinya.

"Saat ini juga sedang dilakukan rapat maraton dalam Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) baik di tingkat teknis maupun di tingkat koordinasi untuk antisipasi semua hal yang akan terjadi," ujar Staf Khusus Presiden bidang ekonomi Firmanzah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/8).

Apa langkah cepat yang bisa diambil pemerintah menyikapi terpuruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melorotnya nilai tukar Rupiah? Firmanzah menyebut, salah satu aksi cepat yang dilakukan pemerintah adalah meminta perusahaan pelat merah (BUMN) masuk ke lantai bursa.

Anak buah Dahlan Iskan diminta melakukan pembelian kembali (buyback) saham untuk mengangkat laju atau gerak IHSG. "Sejumlah BUMN terkait dengan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham BUMN karena seperti kita ketahui bersama penurunan IHSG saat ini menjadi peluang bagi BUMN kita untuk masuk ke pasar," jelasnya.

Dia menuturkan, kebijakan ini akan terus dijalankan untuk menjaga stabilitas di lantai bursa agar IHSG tidak terus anjlok. "Tren ini akan terus terjadi. Memang kebijakan buyback disesuaikan dengan cashflow dari masing-masing BUMN. BUMN mulai masuk ke Bursa Efek Indonesia untuk melakukan akuisisi sejumlah saham yang memiliki nilai di bawah fundamental yang dimilikinya" paparnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sudah menginstruksikan beberapa anak buahnya untuk buyback saham. "Saya minta teman-teman BUMN untuk lakukan buyback agar saham kembali rebound," ujar dia yang ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta.

Pembelian kembali saham tersebut harus menggunakan dana internal perusahaan. Namun, Dahlan enggan membeberkan perusahaan BUMN apa saja yang telah melakukan pembelian saham kembali.

Dalam prosesnya, aksi pembelian saham kembali itu ada yang langsung disetujui. Namun ada juga yang melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Ada yang langsung disetujui saya, tetapi juga ada yang melalui RUPS," pungkas dia.

Risiko atau konsekuensinya, dimungkinkan terjadi penurunan laba BUMN di akhir tahun. Namun, diakuinya, banyak direksi BUMN yang harus rela berkorban dan mengesampingkan profesionalisme para direksi sebagai pemimpin perusahaan.

Dengan aksi ini, jika sampai akhir tahun terjadi penurunan kinerja BUMN dari segi laba, margin ataupun investasi, Dahlan memakluminya. Sebab, BUMN telah berkorban untuk penyelamatan perekonomian nasional.

Rekomendasi