Gerindra tidak setuju ada BLT

Anggota fraksi Gerindra menilai BLT mendidik rakyat bermental meminta-minta.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Gerindra tidak setuju ada BLT
SPBU. (C) 2012 Merdeka.com

Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) meyakini dana kompensasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk menahan imbas negatif kenaikan harga BBM subsidi pada bulan depan tidak akan berjalan efektif. Pasalnya, dana tersebut mendidik rakyat bermental meminta-minta.

Anggota DPR RI Komisi VI dari Partai Gerindra Rachel Maryam Sayidina mengatakan dana kompensasi terhadap naiknya harga BBM subsidi harus dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembuatan lahan pertanian.

"Kalau saya rasa dana itu tidak efektif karena membuat masyarakat cenderung meminta, saya berpikir berikan pancingan daripada memberikan mereka jadi bertahan, kalau kita beri ikan hanya diberikan lalu setelah itu habis, jadi saya rasa dana alokasi ke tempat lain. Contoh, bisa buat dana itu buka lahan pertanian, sehingga masyarakat bekerja, banyak keluarga yang bisa makan," ujar dia yang ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Senin (13/5).

Rachel menegaskan partainya tidak menyetujui adanya kompensasi berbentuk BLT. Namun, pihaknya belum memastikan seperti apa nantinya dana penghematan atas kenaikan BBM subsidi tersebut. "Itu kan harus kita pikirkan lagi kita harus pastikan tidak benar benar membuat masyarakat yang susah jadi makin susah," tegas dia.

Menurut dia, dampak inflasi atas kenaikan harga BBM subsidi akan membuat masyarakat miskin menjadi lebih sulit sehingga BLT bukan menjadi solusi tetapi harus dibuka lahan pertanian baru.

"Dampak inflasi tiga bulan bukan waktu lama, kalau masyarakat kelas atas tidak apa-apa, kalau masyarakat miskin tidak bisa, solusi cari jangka panjang jangan hanya BLT, saja lebih baik kita buka lahan pertanian," pungkas dia.

Besok, pemerintah akan menyerahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 ke DPR. Di dalamnya terdapat agenda penting mengenai dana kompensasi untuk membiayai paket perlindungan rakyat miskin, misalnya bantuan langsung tunai dan beasiswa bagi siswa tidak mampu.

Rekomendasi