Permintaan rupiah diproyeksi meningkat pada perdagangan, Jumat (22/3), dengan kurs yang stagnan di level Rp 9.725 - Rp 9.750. Meningkatnya permintaan rupiah didorong kebutuhan korporasi jelang akhir bulan dalam memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dalam mata uang asing khususnya USD.Pada perdagangan Kamis (21/3) kemarin, lanjut Rahadyo, rupiah ditutup melemah ke level Rp 9.735 - Rp 9.740. Kondisi ini dipengaruhi isu Siprus yang membuat investor memilih USD sebagai save haven currency. Sementara dari dalam negeri adanya peningkatan yield premium untuk Indonesia 10-years bond yang disebabkan rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM akan mempercepat inflasi."Yang perlu menjadi perhatian pemerintah Defisit APBN 2013 yang akan lebih besar dibandingkan tahun 2012," kata pengamat pasar uang Rahdayo Anggoro Widagdo kepada merdeka.com, Jumat (22/3).Rahadyo mengatakan, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 diprediksi sebesar 1,7 persen dari produk domestik bruto (PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan defisit APBN 2013 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 150,2 triliun atau 1,6 persen dari PDB. "Dan tampaknya defisit masih berpotensi terus membengkak sejalan dengan beban subsidi BBM," kata Rahadyo.
Jelang akhir bulan, permintaan rupiah di pasar uang meningkat
Perdagangan rupiah akan berada pada kurs yang stagnan di level Rp 9.725 - Rp 9.750.
Advertisement
Rekomendasi