Pasar Asia takut jika Romney jadi Presiden AS

Di tengah sentimen negatif dari China dan Eropa, perubahan pemimpin di AS akan semakin memperburuk suasana.

Ririn Radiawati
Oleh Ririn Radiawati - Reporter
Pasar Asia takut jika Romney jadi Presiden AS
Mitt Romney. AFP

Jika pasar di Amerika Serikat menyambut baik kalau kandidat partai Republik, Mitt Romney, terpilih menjadi Presiden AS, tak begitu halnya dengan Asia. Pasar Asia malah akan merespon negatif untuk kinerja pasar saham.

Menurut laporan CNBC Asia, Jumat (2/11), di tengah ketidakpastian di pasar dunia, perubahan pemimpin di AS akan menjadi stimulus negatif untuk perdagangan saham Asia. Saat ini perdagangan efek di Asia sangat dipengaruhi oleh krisis ekonomi Eropa dan transisi pemimpin di China.

"Para pialang di Asia tidak suka perubahan kepemimpinan. Anda akan melihat pasar akan cenderung melemah jika Romney menang. Karena orang akan bertanya-tanya, sebagus apa dia mencari solusi mengenai bencana keuangan ini. Obama akan menjadi pilihan yang aman dan para investor akan menikmati keberlanjutan ini di tengah ketidakpastian sentimen pasar," ujar Justin Harper, pengamat pasar dari IG Market kepada CNBC Asia.

Menurut dia, posisi Obama pada empat tahun terakhir lebih baik saat menghadapi kongres dalam bernegosiasi mengenai kebijakan ekonomi agar AS tetap berpijak di bumi.

Selain itu, posisi Romney kepada China juga dianggap mengkhawatirkan. Dia sebelumnya telah mengatakan bahwa China adalah negara manipulator mata uang. Hal tersebut disinyalir dapat menambah ketegangan dengan negara Tirai Bambu termasuk pada perdagangan antar kedua belah pihak.

Rekomendasi