PLN Sumut Siagakan Ribuan Personel, Amankan Listrik Lebaran 2026 di Sumatera Utara
PLN Sumut Amankan Listrik Lebaran 2026 dengan menyiagakan 3.318 personel dan ratusan posko siaga, memastikan pasokan daya tetap andal di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Menjelang masa libur Lebaran 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara telah mengambil langkah proaktif untuk menjamin keandalan sistem kelistrikan. Sebanyak 3.318 personel disiagakan untuk menjaga pasokan listrik tetap aman di seluruh wilayah kerja mereka. Kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari komitmen PLN UID Sumatera Utara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode penting ini.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa ribuan personel tersebut akan tersebar di berbagai titik strategis. Mereka bertugas untuk merespons cepat setiap potensi gangguan kelistrikan yang mungkin terjadi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Dukungan terhadap kesiapsiagaan personel juga diperkuat dengan penyediaan berbagai peralatan dan posko siaga. PLN UID Sumatera Utara menyiapkan 384 posko siaga kelistrikan yang dilengkapi fasilitas memadai. Langkah ini menunjukkan keseriusan PLN dalam mengantisipasi dan menangani segala kemungkinan yang dapat mengganggu stabilitas listrik di wilayah Sumut.
Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penunjang
Untuk mendukung operasi pengamanan listrik Lebaran, PLN UID Sumatera Utara telah menyiapkan 3.318 personel andal. Para personel ini akan bekerja secara bergantian untuk memastikan pengawasan dan penanganan gangguan dapat dilakukan 24 jam penuh. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di tengah peningkatan aktivitas masyarakat.
Selain personel, berbagai peralatan pendukung juga telah disiapkan di 384 posko siaga yang tersebar. Peralatan tersebut meliputi 135 unit genset, 96 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 55 unit UPS. Ketersediaan alat-alat ini sangat krusial untuk penanganan darurat dan pemulihan cepat jika terjadi gangguan kelistrikan di lapangan.
Untuk mobilitas dan kecepatan penanganan, PLN UID Sumatera Utara juga menyediakan 164 unit mobil operasional dan 225 unit sepeda motor. Selain itu, 22 unit truk crane juga disiagakan untuk mempercepat penanganan masalah infrastruktur kelistrikan yang membutuhkan alat berat. Seluruh perlengkapan ini dirancang untuk mendukung efisiensi kerja tim di lapangan.
Fokus Pengamanan di Lokasi Prioritas
PLN UID Sumatera Utara memberikan perhatian khusus terhadap 54 lokasi prioritas pengamanan kelistrikan (VVIP) selama periode Ramadan hingga Idul Fitri. Lokasi-lokasi ini mencakup tiga bandara yang merupakan gerbang utama transportasi. Pengamanan di bandara sangat penting untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Selain bandara, 34 masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat juga menjadi fokus utama pengamanan. Hal ini untuk memastikan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Keandalan listrik di lokasi-lokasi ini menjadi prioritas tinggi bagi PLN.
Mundhakir menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat kesiapsiagaan sistem distribusi dan personel di berbagai titik strategis. Tujuannya adalah untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama periode siaga ini. Setiap langkah diambil untuk meminimalkan risiko gangguan dan menjaga kelancaran pasokan energi.
Cadangan Daya Listrik yang Memadai
Saat ini, sistem kelistrikan di Sumatera Utara memiliki daya mampu sebesar 2.323 megawatt (MW). Angka ini menunjukkan kapasitas produksi listrik yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan daerah. Ketersediaan daya yang memadai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan.
Dengan beban puncak sekitar 2.210 MW, PLN UID Sumatera Utara masih memiliki cadangan daya sekitar 113 MW. Cadangan daya ini sangat penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, terutama saat terjadi lonjakan permintaan. Ini juga berfungsi sebagai margin keamanan untuk mengatasi situasi tak terduga.
Mundhakir menyatakan bahwa secara sistem, kondisi kelistrikan di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman. Cadangan daya yang cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. Hal ini memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa pasokan listrik akan tetap stabil.
Sumber: AntaraNews