Pembangunan Rumah Subsidi Jambi Mendominasi, Ini Alasannya Menurut Dinas Perkim
Pembangunan rumah subsidi Jambi terus meroket, mencatat dominasi 95 persen sejak 2020. Cari tahu mengapa tren ini konsisten dan lokasi favorit pengembang di Kota Jambi.
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi mencatat bahwa pembangunan perumahan di wilayah tersebut didominasi oleh rumah subsidi. Persentase dominasi ini mencapai angka 95 persen dari total pembangunan perumahan.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Kota Jambi, Yaser Al Efra, menjelaskan bahwa tren ini menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan pembangunan rumah komersial. Kondisi ini berlangsung konsisten sejak tahun 2020 hingga April 2026.
Pembangunan rumah komersial rata-rata hanya dilakukan di dua lokasi per tahun, bahkan belum ada pengajuan baru tahun ini. Sebaliknya, rumah subsidi terus berkembang di enam lokasi dengan total sekitar 350 unit yang sedang dibangun sepanjang tahun berjalan.
Dominasi Pembangunan Rumah Subsidi di Kota Jambi
Pembangunan perumahan subsidi di Kota Jambi telah menunjukkan dominasi yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Jambi mengungkapkan bahwa sekitar 95 persen dari seluruh pembangunan perumahan merupakan jenis rumah subsidi.
Kondisi ini telah menjadi tren yang konsisten sejak tahun 2020 dan terus berlanjut hingga April 2026. Sementara itu, pembangunan rumah komersial terlihat sangat minim, dengan rata-rata hanya dua lokasi per tahun yang dikembangkan.
Yaser Al Efra dari Dinas Perkim Kota Jambi menambahkan bahwa jumlah unit rumah subsidi yang sedang dibangun saat ini mencapai sekitar 350 unit di enam lokasi berbeda. Angka ini berpotensi terus meningkat karena masih banyak pengajuan yang sedang dalam proses.
Faktor Pendorong dan Lokasi Favorit Pengembang
Tren dominasi rumah subsidi di Kota Jambi tidak terlepas dari beberapa faktor pendorong utama. Salah satunya adalah harga yang lebih terjangkau, sehingga menjadi pilihan utama bagi keluarga muda atau generasi Z yang mencari hunian.
Ketersediaan lahan yang luas dengan harga yang masih relatif terjangkau juga menjadi daya tarik bagi para pengembang. Ini membuat mereka lebih memilih untuk berinvestasi pada proyek-proyek rumah subsidi.
Pergeseran pengembangan kini cenderung bergerak ke wilayah pinggiran Kota Jambi, dengan Kecamatan Alam Barajo dan Paal Merah menjadi kawasan paling diminati. Lokasi seperti Bagan Pete, Pinang Merah, dan Eka Jaya di kedua kecamatan tersebut menjadi sentra pembangunan.
Posisi strategis Kecamatan Alam Barajo sebagai pintu masuk kota, didukung akses dekat dengan tol Pijoan, turut meningkatkan minat pengembang. Hal ini menjadikan kawasan tersebut sangat prospektif untuk pengembangan perumahan subsidi.
Antisipasi Dampak dan Persyaratan Ketat Pemerintah Kota
Pembangunan permukiman yang masif, termasuk rumah subsidi, tentu membawa potensi dampak yang perlu diantisipasi. Pemerintah Kota Jambi sangat memperhatikan risiko seperti banjir dan kerusakan jalan akibat pembangunan ini.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jambi memberlakukan persyaratan ketat bagi para pengembang sebelum izin diberikan. Tujuannya adalah untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan masalah lingkungan atau infrastruktur.
Salah satu persyaratan krusial adalah kewajiban pengembang untuk mengalokasikan 35 persen dari total luas lahan proyek. Alokasi ini diperuntukkan bagi prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
Sumber: AntaraNews