Musrenbang Tanah Laut Fokus Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan SDM Unggul
Musrenbang Tanah Laut di tiga kecamatan sepakati arah pembangunan 2027, menekankan penguatan SDM unggul dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di wilayah Jorong, Kintap, dan Batu Ampar, Kalimantan Selatan, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan strategis ini secara khusus menekankan pada pengembangan ekonomi yang berbasis potensi lokal daerah. Musrenbang ini menjadi bagian vital dalam tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tanah Laut untuk tahun 2027.
Dengan mengusung tema "Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing serta Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Sektor Unggulan", forum ini bertujuan untuk menyelaraskan rencana pembangunan. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tanah Laut, Akhmad Hairin, menjelaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan tahapan wajib yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Keterlibatan ini memastikan bahwa perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya forum musyawarah sebagai sarana untuk menyepakati arah pembangunan yang tepat sasaran. Beliau menyoroti bahwa keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan waktu menuntut pemerintah daerah serta masyarakat untuk menentukan skala prioritas secara cermat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam mencapai pembangunan yang efektif.
Penguatan Sumber Daya Manusia Unggul
Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus program unggulan pembangunan daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan SDM yang memiliki daya saing tinggi dan mampu berkontribusi pada kemajuan daerah. Program-program yang dirancang berupaya meningkatkan kualitas hidup dan keterampilan masyarakat secara menyeluruh.
Salah satu kebijakan konkret yang didorong adalah program "satu desa satu lulusan pendidikan tinggi". Program ini dirancang untuk memastikan setiap desa memiliki individu dengan kualifikasi pendidikan tinggi yang relevan. Implementasinya disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan spesifik masing-masing desa dan kelurahan, sehingga lulusan dapat langsung berkarya di daerah asalnya.
Melalui kebijakan ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kapasitas intelektual dan profesional di tingkat lokal. Lulusan pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong inovasi dan pengembangan di sektor-sektor strategis. Ini juga menjadi upaya Pemkab Tanah Laut dalam mengatasi kesenjangan pendidikan dan pemerataan kesempatan.
Dorongan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Selain penguatan SDM, pertumbuhan ekonomi daerah juga menjadi perhatian utama dalam Musrenbang Tanah Laut. Wilayah Jorong, Kintap, dan Batu Ampar memiliki potensi ekonomi yang signifikan, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, serta berbagai usaha ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah bertekad untuk mengoptimalkan potensi ini demi kesejahteraan warga.
Pemerintah daerah secara aktif mendorong agar setiap kegiatan pembangunan dan penyelenggaraan acara dapat dikaitkan langsung dengan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendekatan ini bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dari tingkat bawah. Dukungan terhadap UMKM diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Optimalisasi potensi lokal ini tidak hanya berfokus pada sektor-sektor besar, tetapi juga pada pengembangan ekonomi kreatif dan inovatif. Dengan memberdayakan UMKM, diharapkan produk-produk lokal dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Ini merupakan strategi jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Sinergi Pemangku Kepentingan untuk Pembangunan Inklusif
Musrenbang Tanah Laut ini menjadi forum penting yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan. Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut, jajaran kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta para camat dari Jorong, Kintap, dan Batu Ampar. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif terhadap pembangunan daerah.
Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan tokoh agama turut serta dalam musyawarah ini. Keterlibatan luas ini memastikan bahwa aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat dapat tersampaikan. Proses partisipatif ini sangat krusial untuk menghasilkan rencana pembangunan yang inklusif dan mewakili kebutuhan seluruh warga.
Melalui dialog dan diskusi yang konstruktif, para pemangku kepentingan bersama-sama menyepakati prioritas pembangunan. Sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program yang berpihak pada kepentingan dan kemajuan seluruh masyarakat Tanah Laut.
Sumber: AntaraNews