Mobilitas Penumpang Kereta Api Banyuwangi Melonjak, Jadi Wilayah Tersibuk Selama Nataru 2025/2026
Kabupaten Banyuwangi mencatat mobilitas penumpang kereta api tertinggi di Daop 9 Jember selama Nataru 2025/2026, didorong potensi wisata dan peningkatan layanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengumumkan bahwa Kabupaten Banyuwangi menjadi wilayah dengan mobilitas penumpang kereta api paling tinggi selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api untuk bepergian ke daerah tersebut.
Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa secara keseluruhan, pihaknya telah melayani sebanyak 416 ribu orang penumpang sepanjang periode libur panjang tersebut. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya memiliki tujuan atau keberangkatan dari Banyuwangi.
"Dari 416 ribu orang penumpang yang dilayani KAI Daop 9 Jember, 207 ribu orang atau 49 persen penumpang berangkat dan tiba di wilayah Banyuwangi," ujar Cahyo dalam keterangan resminya di Banyuwangi, Jawa Timur, pada hari Selasa. Angka ini menegaskan posisi strategis Banyuwangi sebagai destinasi favorit.
Stasiun-Stasiun Utama Penopang Mobilitas Tinggi
Tingginya mobilitas penumpang kereta api Banyuwangi selama Nataru tidak lepas dari peran aktif beberapa stasiun utama di wilayah tersebut. Stasiun Banyuwangi Kota tercatat sebagai titik tersibuk, melayani sekitar 62 ribu penumpang baik yang naik maupun turun. Angka ini menunjukkan dominasinya dalam melayani arus penumpang.
Setelah Stasiun Banyuwangi Kota, Stasiun Ketapang menyusul dengan jumlah 53 ribu penumpang yang dilayani selama periode Nataru. Kemudian, Stasiun Kalisetail juga menunjukkan aktivitas tinggi dengan 39 ribu penumpang, diikuti oleh Stasiun Rogojampi yang melayani sekitar 32 ribu penumpang.
Keempat stasiun ini menjadi tulang punggung dalam mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang yang datang dan pergi dari Banyuwangi. Dengan adanya beberapa titik keberangkatan dan kedatangan, aksesibilitas menuju dan dari Banyuwangi menjadi lebih mudah bagi masyarakat.
Faktor Pendorong Lonjakan Penumpang di Banyuwangi
Cahyo Widiantoro mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada tingginya mobilitas penumpang kereta api Banyuwangi. Salah satu alasan utama adalah potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi, yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. "Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi," kata Cahyo.
Selain daya tarik pariwisata, jumlah stasiun kereta api yang cukup banyak di wilayah Banyuwangi juga menjadi faktor penting. Terdapat enam stasiun aktif yang melayani naik turun penumpang, memberikan fleksibilitas dan kemudahan akses bagi masyarakat dari berbagai penjuru. Ini memudahkan penumpang untuk memilih stasiun terdekat dengan tujuan mereka.
Peningkatan jumlah perjalanan kereta api menuju Banyuwangi turut berperan dalam mengakomodasi lonjakan penumpang. KAI telah menambah layanan seperti KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang beroperasi secara fakultatif selama libur Nataru.
Secara keseluruhan, terdapat 26 perjalanan KA selama libur Nataru, yang terdiri dari 24 perjalanan reguler dan 2 perjalanan tambahan. Khusus untuk melayani Banyuwangi, tersedia sekitar 22 perjalanan kereta api, menunjukkan fokus KAI dalam melayani rute ini.
Peran Kereta Api dalam Mendukung Pariwisata Lokal
Layanan kereta api yang disediakan KAI Daop 9 Jember sangat mendukung sektor pariwisata di Banyuwangi. Beberapa kereta api menjadi favorit masyarakat, terutama KA Sri Tanjung dan KA Probowangi, yang memiliki relasi awal dan akhir perjalanan di Banyuwangi. Kedua layanan ini menjadi pilihan utama bagi penumpang lokal maupun wisatawan.
Untuk perjalanan jarak jauh komersial, KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma juga menjadi favorit selama masa libur panjang Nataru. Kereta-kereta ini menyediakan konektivitas penting bagi wisatawan yang datang dari kota-kota lain, memperkuat mobilitas penumpang kereta api Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menuju daerahnya. Beliau menekankan pentingnya akses transportasi yang baik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. "Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah," kata Bupati Ipuk.
Kolaborasi antara penyedia layanan transportasi seperti KAI dan pemerintah daerah terbukti efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian. Peningkatan layanan dan fasilitas kereta api diharapkan dapat terus berkontribusi positif bagi perkembangan Banyuwangi.
Sumber: AntaraNews