Menkeu Purbaya Bakal Obrak-Abrik Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Diganti dengan Perusahaan Swiss

Langkah serius bakal dilakukan pada tahun ini jika kinerja Ditjen Pajak dan Bea Cukai masih belum sesuai harapan.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Menkeu Purbaya Bakal Obrak-Abrik Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Diganti dengan Perusahaan Swiss
Menkeu Purbaya Bakal Obrak-Abrik Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Diganti dengan Perusahaan Swiss (Merdeka.com)

Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengeluarkan ancaman ditujukan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Bendahara Negara ini bahkan tak segan untuk merombak jajaran kedua direktorat jenderal tersebut, jika penerimaan pajak dan bea cukai pada tahun ini terus merosot.

Purbaya mengklaim dirinya tidak main-main atas ancaman tersebut. Langkah serius bakal dilakukan pada tahun ini jika kinerja Ditjen Pajak dan Bea Cukai masih belum sesuai harapan. 

"Sebentar lagi Bea Cukai dan Pajak akan saya obrak abrik. September (2025) kan saya baru masuk bulan itu kan, kalau kita obrak abrik bulan itu kacau, masih di tahap akhir dari penumbuhan pajak," tegas Purbaya di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1).

"Tapi saya yakin dengan perbaikan orang-orang Pajak dan Bea Cukai nanti di depan tax ratio kita akan meningkat," kata dia.

Oleh karenanya, ia meminta agar arahan tersebut didengar betul oleh para jajaran di bawahnya. Lantaran, Presiden Prabowo Subianto bakal mengalihkan tugas DJBC kepada perusahaan inspeksi global asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS) jika gagal melakukan reformasi di tubuh bea cukai

"Ini untuk saya merupakan ancaman yang serius. Karena Pak Presiden bilang, kalau Bea Cukainya enggak betul, tahun ini, mungkin akhir tahun diganti dengan SGS," kata Purbaya.

Purbaya turut memberikan ancaman serupa kepada DJP. Kini ia mengaku lebih punya power untuk membenahi jajarannya jika target penerimaan negara tidak tercapai di tahun ini.  

"Tahun ini saya enggak bisa bilang saya menteri baru. Kalau enggak beres pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat Dirjen Pajaknya sama Dirjen Bea Cukainya duluan," dia menekankan. 

Namun, ia berkata dengan nada optimistis bahwa bawahannya mau bekerja keras mengikuti arahannya. "Kami sudah berkomitmen untuk memperbaiki pekerjaan kami, Pak Bimo (Dirjen Pajak) dan Pak Bea Cukai untuk lebih baik di tahun 2026," ucapnya. 

Sebagai acuan, Purbaya turut menyoroti penerimaan negara dari sektor pajak mengalami pelemahan pada tahun lalu. Seperti penerimaan pajak yang terkontraksi 0,72 persen pada 2025 menjadi Rp1.917,6 triliun, dari sebelumnya Rp1.931,6 triliun di 2024.

Di sisi lain, penerimaan negara dari sektor bea cukai pada 2025 tercatat sekitar Rp300,3 triliun. Tumbuh tipis 0,02 persen dibanding penerimaan pada 2024 sebesar Rp300,2 triliun. 

"Jadi Pak Bimokita mesti kerja lebih keras lagi.Bea Cukai juga kelihatannya tinggi itu, tapi Bea Cukai masih kurang juga. Jadi kita mesti kerjakan lebih baik lagi dalam hal penerimaan pajak dan bea cukai," pungkasnya.

Rekomendasi