Mengintip Langsung Dapur Purantara In-Flight Catering, Penyedia Hidangan Bintang Lima untuk Perjalanan Udara
Semua orang diharuskan mengenakan jubah, penutup kepala, masker, sepatu khusus, dan melewati proses sterilisasi di area Enters Sanitasi.
Menyajikan hidangan berkualitas bintang lima di ketinggian 30.000 kaki bukanlah tugas yang mudah. Namun, Purantara In-Flight Catering berhasil menghadirkan makanan yang lezat dan bergizi untuk ribuan penumpang pesawat setiap harinya.
Liputan6.com mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung dapur Purantara yang terletak di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Prosedur kebersihan diterapkan dengan sangat ketat, baik untuk karyawan maupun tamu yang datang. Semua orang diharuskan mengenakan jubah, penutup kepala, masker, sepatu khusus, dan melewati proses sterilisasi di area Enters Sanitasi.
"Semua pekerja dan tamu harus melalui proses sterilisasi. Setelah mengenakan jubah dan sepatu khusus, mereka juga harus menggunakan lint roller untuk menghilangkan debu atau bulu halus yang mungkin menempel," jelas Sam Hartoto, SVP Marketing dan Operasi Purantara In-Flight Catering, pada Senin (25/8).
Selain itu, pengunjung diwajibkan untuk mencuci tangan melalui 12 tahapan, menyemprot alas kaki dengan disinfektan, masuk ke lorong air-shower, dan menginjak stiki map untuk memastikan kebersihan yang optimal.
"Kebersihan makanan dan minuman adalah yang terpenting," tegas Sam.
Laboratorium Pengujian Kelayakan
Selain memperhatikan cita rasa, Purantara juga menekankan pentingnya kesehatan dalam setiap sajian makanan. Perusahaan ini memiliki laboratorium yang secara rutin melakukan pengujian terhadap kandungan makanan, bahan baku, air, es batu, dan peralatan yang digunakan.
"Pengecekan mikrobiologis dilakukan terutama pada produk tinggi protein seperti telur, ikan, ayam, daging, serta makanan dengan kadar air tinggi seperti pastri. Semua sesuai aturan food safety, dengan titik kontrol preventif agar penumpang aman mengonsumsi," jelas Sam.
Produk Lokal dan Menu Spesial
Sam menjelaskan bahwa sebagian besar bahan makanan yang digunakan berasal dari produk lokal.
"Sekitar 80 persen produk lokal pilihan, sisanya 20 persen impor, terutama daging dan salmon yang tidak tersedia di sini," katanya.
Menurut Executive Chef Dodi Lebriansyah, proses pengolahan makanan dilakukan agar tetap segar saat disajikan di pesawat.
"Setelah dimasak, suhu masakan diturunkan hingga di bawah 5 derajat agar mikroba tidak cepat tumbuh. Salad dan menu segar lainnya disiapkan 5--6 jam sebelum dihidangkan di pesawat," ujarnya.
Menu yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari rendang sapi, ikan acar kuning, ayam bumbu paprika, nasi kebuli, mie goreng, hingga puluhan menu khas lainnya.
Layanan Tersedia untuk 12 Maskapai Penerbangan
Setiap hari, Purantara mempersiapkan sekitar 10.000 hidangan untuk 12 maskapai internasional.
"Kami memastikan apa yang tersaji sesuai standar katering penerbangan internasional," kata Mingki F. Tanod, Direktur Utama & CEO Purantara.
Dalam menjalankan operasionalnya, Purantara didukung oleh tiga chef terampil, yaitu Chef Dodi dari Indonesia, Chef Hideyoshi Imai dari Jepang, dan Chef Saiful Bahri dari Malaysia. Ketiga chef ini berkolaborasi untuk menghadirkan menu spesial yang menarik dan berkualitas tinggi.