KKP Beri Penghormatan Terakhir bagi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar upacara penghormatan terakhir bagi tiga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, menunjukkan duka mendalam dan apresiasi atas dedikasi mereka.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru-baru ini menyelenggarakan upacara penghormatan terakhir. Acara ini ditujukan bagi tiga insan terbaiknya, Alm. Ferry Irawan, Alm. Yoga Naufal, dan Alm. Capt. Andy Dahananto, yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Upacara ini menjadi simbol duka mendalam dan apresiasi atas pengabdian mereka.
Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan memimpin langsung upacara penuh haru tersebut. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan Pasar Minggu, Jakarta, pada Minggu, 25 Januari. Kehadiran para pejabat dan keluarga korban menambah suasana kesedihan.
Penghormatan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi KKP atas dedikasi dan jasa para almarhum selama bertugas. Didit juga menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh korban yang wafat, termasuk tujuh korban lain yang tidak sempat diberikan penghormatan serupa karena pertimbangan teknis. KKP berkomitmen untuk selalu mengingat jasa-jasa mereka.
Dedikasi dan Pengabdian Korban Kecelakaan Pesawat ATR di KKP
Dalam pidatonya, Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan secara khusus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan jasa luar biasa para almarhum selama mengabdi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka adalah teladan bagi seluruh pegawai KKP.
Didit juga mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam untuk seluruh korban yang wafat dalam musibah tersebut. Ia mengakui bahwa beberapa korban tidak dapat diberikan penghormatan terakhir secara langsung di lokasi upacara. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan dan pertimbangan teknis yang tidak dapat dihindari.
Sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab, KKP memastikan adanya santunan. Santunan ini akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, KKP juga akan menyediakan beasiswa pendidikan untuk anak-anak dari para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, menjamin masa depan mereka.
Kronologi dan Apresiasi Tim SAR dalam Pencarian Korban
Kecelakaan pesawat tragis ini terjadi di sekitar pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pesawat ATR 42-500 jatuh pada Sabtu, 17 Januari, menewaskan total 10 orang kru dan penumpang. Insiden ini telah menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia.
Didit Herdiawan secara khusus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya. Apresiasi ini ditujukan kepada seluruh aparat dan relawan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR. Mereka telah menunjukkan semangat tanpa lelah selama lebih kurang tujuh hari.
Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan, yang melibatkan prajurit TNI, berhasil menemukan enam korban. Penemuan ini terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 22 Januari. Proses pencarian intensif telah dilakukan sejak Sabtu, 17 Januari, menunjukkan koordinasi yang baik.
Sumber: AntaraNews