Ketum Kadin: Pariwisata Pengungkit Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Anindya menjelaskan bahwa selama dua hari pertama Rapimnas, Kadin mendapatkan gambaran komprehensif dari pimpinan MPR, DPR, DPD, serta para menteri.
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memasuki hari ketiga. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa seluruh masukan dari pemerintah dan parlemen mengarah pada satu hal, yaitu memperkuat ekonomi melalui penguatan sektor-sektor strategis, termasuk pariwisata.
Anindya menjelaskan bahwa selama dua hari pertama Rapimnas, Kadin mendapatkan gambaran komprehensif dari pimpinan MPR, DPR, DPD, serta para menteri yang hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan.
"Bahwa kami selama dua hari ini mendapatkan gambaran penuh baik dari parlemen ketua MPR, ketua DPR, ketua DPD, maupun banyak Menteri yang hadir termasuk Menteri Perekonomian dan juga Menteri Keuangan. Di sana dikatakan bahwa upaya pemerintah ini untuk meningkatkan perekonomian salah satunya adalah meningkatkan pariwisata," kata Anindya dalam sambutannya di Rapimnas Kadin, di Park Hyatt, Jakarta, Selasa (2/12).
Ia menambahkan bahwa potensi besar hadir secara nyata dalam forum tersebut. Sebanyak 38 Ketua Umum Kadin Provinsi beserta rombongan hadir, masing-masing membawa kekuatan dan keindahan daerahnya.
"Kami melihat datang 38 Provinsi Ketua Umum Kadin bersama rombongannya, yang tentu mempunyai keindahan sendiri di tempat-tempatnya. Begitu juga teman-teman dari asosiasi khusunya di sektor pariwisata," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Anindya menegaskan bahwa Rapimnas tahun ini mengusung satu tema utama: 'Gotong Royong Menciptakan Lapangan Kerja'. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja adalah kunci memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong investasi.
"Jadi fokus ke lapangan kerja. Karena kami yakin untuk menciptakan lapangan kerja tentunya daya beli dan investasi bisa ditingkatkan," katanya.
Dunia Usaha Pegang Peran 85 Persen PDB
Sebelumnya, Anindya menjelaskan bahwa komponen utama Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi pedoman penting yang menegaskan besarnya kontribusi dunia usaha.
Konsumsi domestik menyumbang 57 persen PDB, disusul investasi sebesar 28 persen. Kedua komponen ini, yang totalnya mencapai 85 persen, berada langsung dalam porsi besar peran pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Sementara itu, belanja modal pemerintah dan perdagangan yang mewakili 15% sisanya tetap dipandang penting karena menjadi pemicu awal atau 'jumpstart' perputaran ekonomi.
"Tentu 15 persen terakhir baik dari sisi belanja modal pemerintah maupun juga pedagangan sangat penting. Karena ini yang pertama kali untuk jumpstart atau memulai mesinnya berjalan," pungkasnya.