Kemenhub Pastikan Penerbangan Nataru Bali Lancar, Layani Ribuan Penumpang
Kementerian Perhubungan melaporkan kelancaran Penerbangan Nataru Bali 2025/2026 dengan lonjakan penumpang signifikan, didukung penambahan penerbangan ekstra. Simak detailnya!
Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penyelenggaraan angkutan udara selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dari dan menuju Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, berjalan dengan baik dan terlayani sesuai kebutuhan masyarakat. Kelancaran ini menjadi sorotan mengingat tingginya mobilitas warga pada akhir tahun. Kemenhub terus berupaya menjaga kualitas layanan transportasi udara di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa layanan angkutan udara, khususnya untuk rute ke dan dari Bali, telah berlangsung aman dan lancar. Pernyataan ini disampaikan Lukman berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup data operasional penerbangan, pergerakan penumpang, serta kesiapan fasilitas dan personel pendukung di lapangan, memastikan semua aspek berjalan optimal.
Periode libur Natal dan Tahun Baru selalu menjadi puncak permintaan perjalanan, dan tahun ini tidak terkecuali. Kemenhub berhasil menjaga ketersediaan kapasitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini penting untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat untuk bepergian, khususnya ke destinasi populer seperti Bali.
Kelancaran Operasional dan Peningkatan Permintaan Penerbangan Nataru Bali
Kementerian Perhubungan telah berhasil memastikan bahwa seluruh layanan angkutan udara selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 berjalan optimal. Fokus utama adalah kelancaran operasional di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang menjadi salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kinerja yang sangat baik.
Peningkatan jumlah penumpang menjadi indikator kuat tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan. Tercatat sebanyak 82.445 penumpang terlayani, angka ini lebih tinggi dari periode Natal dan Tahun Baru 2024/2025 yang hanya berjumlah 81.500 penumpang. Tingkat keterisian penumpang yang tinggi ini menunjukkan bahwa kapasitas yang disediakan maskapai telah dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, maskapai penerbangan telah merealisasikan penambahan penerbangan atau extra flight. Langkah proaktif ini sangat krusial dalam menjaga kelancaran arus penumpang dan memastikan tidak ada penumpukan. Kemenhub terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan ketersediaan kursi yang memadai.
Realisasi Penerbangan Ekstra dan Keterisian Rute Utama
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mencatat upaya signifikan dalam penambahan kapasitas penerbangan. Pada periode 18 hingga 29 Desember 2025, sebanyak 285 izin terbang atau Flight Approval (FA) telah diterbitkan untuk extra flight dari dan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dari jumlah tersebut, 267 penerbangan berhasil direalisasikan, menunjukkan tingkat realisasi yang sangat tinggi.
Tingkat realisasi yang tinggi ini mencerminkan kesiapan serta optimalisasi operasional penerbangan dalam mendukung kebutuhan angkutan udara masyarakat selama libur akhir tahun. Ini juga menunjukkan respons cepat maskapai dan regulator terhadap dinamika permintaan pasar. Ketersediaan penerbangan tambahan sangat membantu mengurangi potensi kepadatan.
Salah satu rute utama yang mencatat tingkat keterisian penumpang sangat tinggi adalah Jakarta (CGK) – Denpasar (DPS). Rute ini mencatat rata-rata load factor sebesar 94 persen, dengan keterisian kelas bisnis mencapai 83 persen dan kelas ekonomi 94 persen. Untuk rute ini saja, maskapai telah merealisasikan sebanyak 71 penerbangan tambahan.
Statistik Pergerakan Penumpang dan Pesawat di Bali
Frekuensi penerbangan menuju Bali juga tetap terjaga stabil selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Khususnya untuk rute CGK–DPS, jumlah penerbangan berada pada kisaran 32 hingga 45 penerbangan per hari. Penyesuaian operasional ini lazim terjadi selama periode libur panjang untuk menyeimbangkan permintaan dan kapasitas.
Pergerakan pesawat di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, secara harian tercatat sebanyak 467 penerbangan, menunjukkan pertumbuhan 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, dari 18 hingga 28 Desember 2025, total mencapai 4.787 penerbangan, atau tumbuh 2,93 persen dari tahun sebelumnya.
Pergerakan penumpang harian mencapai 82.445 orang, dengan pergerakan kumulatif periode 18–28 Desember 2025 mencapai 768.949 penumpang. Selain itu, realisasi extra flight kumulatif pada periode yang sama adalah 267 penerbangan. Tingkat On Time Performance (OTP) kumulatif tercatat sebesar 67,48 persen, dengan load factor kumulatif 74,05 persen.
Sumber: AntaraNews