Ini Faktor Buat Harga Emas Mahal dan Terus Naik, Sudah Terjadi Sejak Era Kerajaan
Nilai emas cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini berbeda dengan mata uang yang mengalami devaluasi seiring waktu.
Emas saat ini masih diagungkan sebagai tolak ukur kesuksesan seseorang. Meskipun, zaman telah berganti dan standar kekayaan di masyarakat mengalami pergeseran.
Bahkan, nilai emas cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Hal ini berbeda dengan mata uang yang mengalami devaluasi seiring waktu.
Lantas apa alasan mengapa harga Emas tetap mahal dan berharga dibandingkan jenis logam lainnya?
Melansir laman resmi Antam, keistimewaan emas letaknya berada cukup jauh di perut bumi yang membuat para penambang harus menggali lebih dalam untuk menemukan logam mulia ini. Selain itu, pertambangan emas juga belum terlalu banyak.
Bahkan, menurut situs gold.org, terdapat sekitar 45 negara yang memiliki tambang emas. Termasuk, salah satunya di Indonesia.
Selanjutnya, biaya produksi yang dikeluarkan untuk mengolah emas juga sangat besar. Sehingga, tentunya sangat masuk akal apabila ketersediaan emas batangan murni masih terbatas dan membuat harganya sangat mahal.
"Aspek lainnya yang membuat harga Emas semakin mahal adalah karena dia merupakan logam mulia dengan ketahanan yang tinggi. Berbeda dari jenis logam perak, tembaga yang akan mengalami korosi dan besi yang akan berkarat. Karena tidak awet, tak heran jika logam-logam tersebut pun akan mengalami penurunan nilai seiring dengan waktu," tulis Antam dikutip Jumat (11/10).
Pertimbangan lainnya yang membuat harga Emas semakin mahal adalah karena dia merupakan logam mulia dengan ketahanan yang tinggi. Berbeda dari jenis logam perak, tembaga yang akan mengalami korosi dan besi yang akan berkarat yang menyebabkan penurunan nilai seiring dengan waktu.
Dari Faktor Sejarah
Dari faktor sejarah, emas merupakan logam yang banyak digunakan sebagai bahan perhiasan maupun objek kekayaan bagi keluarga kerajaan selama turun-temurun. Bukti sejarah inilah yang membuat emas menjadi salah satu jenis 'logam mulia'.
Tak hanya itu, emas pada masa lalu juga menjadi salah satu alat tukar perdagangan yang paling umum. Pada era kerajaan, koin-koin emas umumnya memiliki cap kepala Raja yang memerintah saat itu.
Tak heran, emas tetap menjadi komoditas berharga untuk menjaga nilai dari suatu harta. Terutama, saat masa resesi ekonomi banyak orang yang memutuskan untuk mengalihkan sejumlah harta kekayaan mereka ke dalam bentuk emas murni.