Indonesia Ternyata Impor LPG 7 Juta Ton per Tahun, Prabowo Akhirnya Ambil Langkah Begini
Kapasitas produksi LPG di Indonesia baru mencapai 1,4 juta ton. Sementara tingkat konsumsi LPG di Indonesia mencapai 8 juta ton per tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia buka-bukaan terkait strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor liquified petroleum gas (LPG).
Dia menyebut, kapasitas produksi LPG di Indonesia baru mencapai 1,4 juta ton. Sementara tingkat konsumsi LPG di Indonesia mencapai 8 juta ton per tahun.
"Artinya impor (LPG) kita sekitar 6 sampai 7 juta ton per tahun," kata Bahlil kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/7).
Untuk menekan impor, Presiden Prabowo disebut akan membangun pabrik gas yang memiliki kandungan propana (C3) dan butana (C4) sebagai alternatif LPG. Saat ini, sudah terbentuk sekitar 1,7 juta ton gas dari alternatif LPG tersebut.
"Arahan bapak Presiden adalah bagaimana mempercepat proses mengurangi impor. Nah caranya adalah kita membangun LPG dengan mempergunakan gas C3-C4. Kurang lebih sekitar 1,7 juta ton yang sudah ada," tegasnya.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menginstruksikan untuk pengembangan jaringan gas (jargas) di segmen rumah tangga. Melalui penggunaan jargas diharapkan konsumsi LPG masyarakat Mian berkurang.
"Dan setidaknya kita akan dorong pada gasifikasi untuk jar gas. Jaringan gas kepada rumah rakyat," tandasnya.
Indonesia Rugi Rp63,5 Triliun Per Tahun Akibat Impor LPG
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa negara mengalami kerugian akibat tingginya impor liquified petroleum gas (LPG).
Menurut Bahlil, nilai devisa yang hilang mencapai Rp 63,5 triliun. Dia menjelaskan, produksi LPG dalam negeri hanya mencapai 1,7 juta ton, sedangkan sisanya, yaitu sekitar 6-7 juta ton, harus diimpor.
Bahlil mengungkapkan bahwa total produksi LPG nasional adalah 1,98 juta metrik ton, sementara impor LPG mencapai 6,9 juta ton.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana untuk membangun industri gas guna melakukan konversi.