Catatan lengkap OJK soal kondisi perbankan dan pasar modal sepanjang 2017

Kamis, 21 Desember 2017 18:23 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Catatan lengkap OJK soal kondisi perbankan dan pasar modal sepanjang 2017 Ketua OJK Wimboh Santoso. ©2017 merdeka.com/idris

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan Indonesia sepanjang 2017 menunjukkan kondisi stabil dan positif. Hal ini didukung permodalan yang tinggi dan likuiditas yang memadai untuk mengantisipasi risiko dan mendukung ekspansi usaha.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan, untuk sektor perbankan, OJK mencatat rata-rata Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal pada November 2017 sebesar 23,54 persen dengan batas minimum 8 persen.

Likuiditas pasar juga terlihat memadai dengan cadangan lebih atau excess reserve perbankan per 13 Desember 2017 sebesar Rp 644,95 triliun, rasio alat likuid per non-core deposit dan rasio alat likuid per DPK masing-masing sebesar 101,75 persen dan 21,44 persen.

Untuk kredit perbankan, hingga akhir November 2017 meningkat sebesar Rp 228 triliun, sehingga total kredit perbankan mencapai Rp 4.605 triliun atau tumbuh sebesar 7,47 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy). OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir 2017 berada di kisaran 8 persen sampai 9 persen.

"Deviasi pertumbuhan kredit perbankan dibandingkan dengan target Rencana Bisnis Bank 2017 sebesar 11,86 persen (yoy). Disebabkan oleh konsolidasi yang dilakukan oleh perbankan nasional sehubungan dengan risiko kredit termasuk melalui hapus buku terhadap kredit bermasalah terutama untuk segmen kredit berbasis komoditas beserta turunannya," ujarnya dalam acara jumpa pers akhir tahun di Kantor OJK, Jakarta, Kamis (21/12).

Sedangkan, untuk tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,89 persen untuk perbankan dan 3,08 persen untuk perusahaan pembiayaan.

Tingkat suku bunga perbankan, baik bunga deposito maupun tingkat bunga pinjaman menunjukkan tren menurun. Sampai dengan November 2017 suku bunga deposito 1 bulan rata-rata 5,72 persen, turun 64 bps dibanding tahun lalu dan suku bunga kredit rata-rata 11,45 persen, turun 72 bps dibanding tahun lalu.

Sementara, kondisi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat sepanjang 2017 dengan volatilitas yang relatif rendah. IHSG pada tahun ini menembus level psikologis 6.000. Hingga 20 Desember telah tumbuh sebesar 15,34 persen pada posisi 6.109,48.

Net inflow di pasar modal domestik pada 19 Desember 2017 sebesar Rp 129,3 triliun, terutama berasal dari pasar SBN. Penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp 257,02 triliun, melebihi target tahun 2017 sebesar Rp 217,02 triliun.

Kinerja industri keuangan syariah juga makin positif. Tercermin dari pertumbuhan aset perbankan syariah dan IKNB Syariah. Aset perbankan syariah hingga November tumbuh 11,09 persen (ytd) dengan nilai pembiayaan sebesar 10,66 persen (ytd). Aset IKNB syariah tumbuh sebesar 11,19 persen (ytd).

Sukuk Korporasi dan Reksa Dana Syariah masing-masing meningkat sebesar 34,18 persen (ytd) dan 65,33 persen (ytd).

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini