BRI Raih Penghargaan 'KEHATI ESG Award 2025', Bukti Konsistensi Pembiayaan Berkelanjutan
Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan pengakuan atas konsistensi BRI.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong keuangan berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan diraihnya penghargaan pada ajang KEHATI ESG Award 2025, di mana BRI berhasil meraih predikat pemenang di Sektor Debt & Project Financing kategori Issuer/Borrower.
Ajang yang digelar oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada institusi yang dinilai konsisten membangun struktur pendanaan berbasis keberlanjutan serta memberi dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan pengakuan atas konsistensi BRI.
"ESG tidak kami pandang sebagai kewajiban, melainkan sebagai kerangka transformasi untuk memperkuat ketahanan model bisnis dan meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional," jelasnya.
Selain penghargaan ini, BRI juga tercatat masuk dalam indeks SRI-KEHATI sebagai bagian dari ESG Quality 45 dan ESG Sector Leaders, memperkuat posisi BRI sebagai penggerak pertumbuhan inklusif yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Selain itu, berdasarkan impact report tahun 2024, pembiayaan proyek energi baru terbarukan yang didukung BRI memiliki potensi menghasilkan 5,6 juta MWh energi terbarukan per tahun dan mencegah emisi hingga 3,9 juta ton CO₂e per tahun. Dari sisi sosial, alokasi Green Bond diperkirakan menciptakan lebih dari 21.500 lapangan pekerjaan baru, khususnya di sektor UMKM.
Pada 2025, BRI juga menerbitkan Social Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk enam kategori proyek, mulai dari infrastruktur dasar hingga ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja. Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya energi bersih, penanganan perubahan iklim, serta pertumbuhan ekonomi inklusif.