BPPP Ambon dan Disnakertrans Bersinergi Siapkan SDM Perikanan Maluku Siap Kerja Global
Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku bersinergi menyiapkan SDM Perikanan Maluku yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan industri kelautan dan perikanan, baik di ti
Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku telah berkolaborasi aktif dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di sektor kelautan dan perikanan. Langkah strategis ini bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan siap bersaing di pasar kerja, baik domestik maupun internasional. Inisiatif ini menjadi krusial dalam mendukung pembangunan ekonomi Maluku.
Kepala BPPP Ambon, Abubakar, menyatakan bahwa upaya ini difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja agar selaras dengan tuntutan dunia usaha dan industri. Sinergi antara kedua lembaga ini sangat vital guna memastikan SDM perikanan di Maluku memiliki keahlian yang relevan. Program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Penguatan kapasitas SDM ini juga didukung oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) melalui BPPP Ambon. Salah satu langkah konkret adalah penetapan BPPP Ambon sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memperluas akses pelatihan. Ini membuka jalan bagi lebih banyak pencari kerja untuk mendapatkan pendidikan vokasi.
Sinergi Peningkatan Kompetensi SDM Perikanan Maluku
Kerja sama antara BPPP Ambon dan Disnakertrans Provinsi Maluku merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil di sektor kelautan dan perikanan. Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pelatihan yang komprehensif. Tujuannya adalah memastikan lulusan memiliki daya saing global.
Abubakar menekankan pentingnya sinergi ini dalam memastikan SDM perikanan Maluku memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Hal ini mencakup penguasaan teknologi penangkapan ikan modern hingga teknik budidaya berkelanjutan. Peningkatan kompetensi ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.
Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku, M. Rizal Latuconsina, menegaskan kesiapan pihaknya memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas dan penyerapan tenaga kerja sektor perikanan. Peningkatan kualitas dan penyerapan tenaga kerja sektor perikanan menjadi prioritas utama. Ini diharapkan dapat membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor kelautan dan perikanan.
Peran BPPP Ambon sebagai LPK dan Dukungan Internasional
BPPP Ambon telah ditetapkan sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), sebuah langkah strategis untuk memperluas jangkauan program pelatihan bagi pencari kerja di sektor kelautan dan perikanan. Penetapan ini memungkinkan BPPP Ambon untuk memberikan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Ini penting untuk validasi keahlian para pekerja perikanan.
Selain itu, BPPSDM KP melalui BPPP Ambon juga menjalin kerja sama erat dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mendukung peningkatan kualitas pelatihan. Kemitraan internasional ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan. Dukungan JICA mencakup penyiapan tenaga ahli dari Jepang yang akan berkantor di BPPP Ambon.
Kerja sama dengan JICA juga mencakup rencana bantuan sarana laboratorium bahasa Jepang sebagai pusat pelatihan di kawasan Timur Indonesia. Fasilitas ini krusial untuk mempersiapkan tenaga kerja asal Maluku yang akan bekerja di Jepang, khususnya dalam penguasaan bahasa dan pemahaman budaya kerja.
Dampak dan Harapan untuk Tenaga Kerja Maluku
Penguatan pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja asal Maluku di pasar kerja nasional maupun global. Dengan sertifikasi yang diakui, para pekerja akan memiliki keuntungan kompetitif di pasar kerja nasional maupun global. Ini akan membuka pintu bagi kesempatan karir yang lebih baik.
Rizal Latuconsina berharap inisiatif ini dapat membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis sektor kelautan dan perikanan. Sektor perikanan merupakan tulang punggung ekonomi Maluku.
Dengan SDM yang berkualitas dan siap kerja, Maluku dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lautnya. Ini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di industri perikanan global. Investasi pada SDM adalah investasi masa depan.
Sumber: AntaraNews