Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor perikanan nasional dengan fokus pada peningkatan kompetensi pekerja pembekuan tuna. Upaya ini bertujuan untuk memastikan produk perikanan Indonesia memenuhi standar internasional dan mampu bersaing di pasar global.
Langkah penguatan kapasitas ini diwujudkan melalui program pelatihan intensif bagi para pekerja pengolahan tuna, khususnya di sentra-sentra produksi seperti Bali. Pelatihan ini merupakan bagian integral dari strategi KKP untuk mendorong mutu dan efisiensi dalam rantai pasok ekspor perikanan.
Kegiatan peningkatan kompetensi ini diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, bekerja sama dengan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia. Inisiatif ini menandai komitmen serius pemerintah dalam mendukung industri perikanan berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Advertisement
Advertisement
Kepala BPPSDMKP KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan standar kompetensi tenaga kerja di sektor pengolahan tuna. Tuna sendiri merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar global.
Pelatihan peningkatan kapasitas pekerja pembekuan ikan tuna ini dilaksanakan di Bali, dengan sinergi kuat antara BPPSDMKP KKP dan DFW Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong kualitas produk perikanan Indonesia agar mampu bersaing secara efektif di pasar internasional.
Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan (Puslat KP) BPPSDMKP KKP turut berperan aktif dalam memfasilitasi kegiatan ini, yang didukung oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi. Sebanyak 31 peserta dari 15 perusahaan pengolahan tuna di Benoa, Bali, mengikuti pelatihan ini.
Advertisement
Inisiatif ini juga merupakan implementasi dari kerja sama yang telah terjalin sejak 28 Agustus 2024, yang fokus pada penguatan kapasitas dan sertifikasi pekerja pengolahan tuna. Nyoman menegaskan bahwa ini adalah komitmen BPPSDMKP KKP dalam mendukung industri perikanan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Advertisement
Kepala Puslat KP BPPSDMKP KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjaga mutu produk perikanan. Industri tuna saat ini menghadapi standar mutu internasional yang semakin ketat, sehingga pekerja di lini produksi harus memiliki keterampilan yang mumpuni.
Para peserta pelatihan mendapatkan materi yang komprehensif, mencakup sanitasi dan higienitas produksi, penanganan bahan baku yang benar, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pengetahuan ini krusial untuk memastikan produk tuna beku yang dihasilkan aman dan berkualitas tinggi.
Selain itu, materi pelatihan juga membahas secara mendalam proses pembekuan yang efektif dan teknik pengemasan produk tuna beku yang sesuai standar ekspor. Keterampilan teknis ini sangat diperlukan agar produk tuna Indonesia dapat diterima di pasar global tanpa kendala.
Advertisement
Melalui pelatihan ini, KKP berupaya memastikan bahwa SDM di sektor strategis ini siap bersaing dan mampu mempertahankan standar internasional yang berlaku. Pekerja harus memiliki pemahaman yang kuat tentang prosedur dan regulasi yang berkaitan dengan ekspor perikanan.
Advertisement
Ekspor perikanan Indonesia telah menunjukkan tren positif selama empat tahun terakhir, dengan komoditas tuna, tongkol, dan cakalang menjadi penyumbang utama. Peningkatan kompetensi pekerja pembekuan tuna menjadi aspek krusial untuk menjaga mutu dan memenuhi standar ekspor yang terus berkembang.
Direktur Program DFW Indonesia, Imam Trihatmadja, melihat pelatihan ini sebagai langkah awal yang signifikan untuk melahirkan tenaga pengolah tuna yang kompeten. Hal ini akan membuka peluang bagi para pekerja untuk menapaki jenjang karier yang lebih baik di industri perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pekerja adalah bagian penting dari transformasi industri perikanan nasional. SDM yang kompeten adalah kunci keberhasilan industri tuna secara keseluruhan.
Advertisement
Penguatan kompetensi ini tidak hanya memperkuat daya saing ekspor produk tuna Indonesia, tetapi juga mendukung visi ekonomi biru yang diusung pemerintah. Visi ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya kelautan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Sumber: AntaraNews