Arus Mudik Lebaran 2026: Pelabuhan Torobulu Layani Ribuan Pemudik Tujuan Muna Setiap Hari
Pelabuhan Torobulu mencatat peningkatan signifikan arus mudik Lebaran 2026, melayani ribuan pemudik dan kendaraan menuju Muna setiap hari, menunjukkan antusiasme masyarakat untuk pulang kampung.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Torobulu di Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan lonjakan signifikan jumlah pemudik yang menyeberang menuju Kabupaten Muna dan Muna Barat. Ribuan unit kendaraan telah dilayani dalam sehari, menandai puncak arus mudik Lebaran 2026.
Peningkatan volume kendaraan ini terpantau sejak tiga hari terakhir, dengan antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat yang ingin menyeberang. Kondisi ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelabuhan Torobulu, Ferima, menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan empat unit armada kapal untuk mengangkut pemudik. Pelayanan maksimal terus diberikan meskipun terjadi kepadatan luar biasa di pelabuhan tersebut.
Lonjakan Volume Kendaraan di Pelabuhan Torobulu
Pelabuhan Torobulu, sebagai penghubung utama daratan Sulawesi dengan Pulau Muna, mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Ferima mengungkapkan bahwa rata-rata lebih dari dua ribu unit kendaraan roda dua diberangkatkan setiap hari dalam tiga hari terakhir.
Kepadatan masih terlihat jelas dengan antrean sekitar 600 unit roda dua dan 200 unit roda empat pada hari H-1 Lebaran. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk kembali ke kampung halaman menjelang perayaan Idul Fitri.
Untuk mengatasi lonjakan ini, teknis pemuatan kendaraan dilakukan secara optimal menggunakan empat unit kapal yang bersiaga. Kapal milik ASDP mampu mengangkut 13 hingga 15 unit mobil dan sekitar 80 unit motor per trip, sementara kapal swasta memiliki kapasitas lebih besar.
Dengan jadwal yang ada, total kendaraan yang menyeberang dapat mencapai lebih dari seribu unit dalam sehari. Upaya ini memastikan kelancaran arus mudik di Pelabuhan Torobulu meskipun terjadi peningkatan drastis.
Kesiapan Operasional dan Jadwal Pelayanan Pelabuhan Torobulu
Ferima menjelaskan bahwa operasional Pelabuhan Torobulu akan terus berjalan sembari menunggu hasil sidang isbat pemerintah terkait penetapan Idul Fitri. Seluruh armada disiapkan untuk mengantar para pemudik ke tujuan mereka.
Jika Idul Fitri ditetapkan jatuh pada Jumat (20/3), layanan loket akan ditutup sementara pada Kamis pukul 00.00 Wita dan dibuka kembali pada Jumat pukul 10.00 Wita, usai pelaksanaan Salat Idul Fitri. Pengaturan ini bertujuan untuk menghormati momen ibadah.
Namun, jika Lebaran jatuh pada 21 Maret, penutupan sementara loket baru akan dilakukan pada malam berikutnya. Petugas Pelabuhan Torobulu tetap bersiaga di tempat kerja meskipun loket ditutup saat Salat Id.
Kesiapan ini menunjukkan komitmen pihak pelabuhan dalam memberikan pelayanan terbaik. Ferima mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang rela mengantre demi berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Semangat Petugas di Tengah Kepadatan Arus Mudik
Di tengah kepadatan arus mudik yang luar biasa, semangat para petugas di Pelabuhan Torobulu tetap tinggi. Mereka berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada setiap pemudik.
Ferima menyatakan, "Melihat semangat masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman, kami pun tetap semangat memberikan pelayanan maksimal meski harus tetap bekerja di hari raya."
Dedikasi ini memastikan bahwa perjalanan mudik para penumpang dapat berjalan lancar dan aman. Pengawasan ketat juga dilakukan untuk menjaga ketertiban di area pelabuhan.
Antusiasme masyarakat untuk pulang kampung menjadi motivasi bagi para petugas untuk terus bekerja keras. Pelabuhan Torobulu berkomitmen untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat selama periode Lebaran.
Sumber: AntaraNews