Aneh, Pria China Ini Tolak Digaji Rp4,2 Juta Sehari Malah Pilih Makan Camilan Setiap Hari
Li adalah salah satu pengembang rasa latiao terbaik di industri ini.
Seorang pria di China rela menolak tawaran pekerjaan dari perusahaan bergaji tinggi, demi dedikasinya sebagai pencicip latiao. Profesi Li sebagai pencicip latiao sudah dijalani selama 20 tahun.
Melansir South China Morning Post, dedikasi Li viral di media social China seperti Douyin, Xiaohongshu. Li menjabat sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan pabrik latio di Provinsi Henan, China Tengah. Dia bertanggung jawab menjaga rasa latiao yang diproduksi dari pabrik tempat dia bekerja, tidak berubah rasa. Itu pula yang menjadi alas an, Li hanya memakan camilan latiao sebagai makanan utama.
Di China, latiao merupakan camilan popular yang terbuat dari tepung terigu dan saus pedas. Kunci rasa dari latiao adalah kuahnya yang biasanya terbuat dari minyak dan cabai, lada Sichuan, kayu manis, dan lengkuas.
Berita tentang pekerjaan Li menjadi viral baru-baru ini setelah Museum Latiao di provinsi Hunan, China tengah, siap membayar 1.888 yuan atau setara Rp4,2 juta sehari kepada pekerja paruh waktu untuk mencicipi dan memberikan masukan. Banyak yang menyarankan agar Li menerima tawaran tersebut, namun dia bersikeras untuk menolak.
Li menjelaskan, alasan dia menolak karena beranggapan bahwa puluhan rasa yang ia kembangkan merupakan rahasia pabriknya.
Li lahir di Pingjiang, Hunan di China selatan, tempat latiao ditemukan. Li tumbuh dalam keluarga yang menjalankan bisnis makanan ringan tahu pedas, dan telah mencicipi berbagai jenis cabai sejak ia masih muda.
Setelah mempelajari arsitektur lansekap di universitas, ia memilih untuk kembali ke rumah dan mendukung bisnis keluarganya, yang tidak berkembang karena ayahnya sudah terlalu tua untuk fokus pada bisnis tersebut.
Li mengembangkan rasa pedas dan asin baru untuk produknya, dan memulai kembali bisnisnya, namun meninggalkan rumah untuk menghadapi tantangan yang lebih besar, yaitu saat ia menemukan latiao.
Jajanan murah ini sudah menjadi favorit di kalangan anak-anak, namun ketika Li mencicipinya, dia terkejut melihat betapa tidak enaknya rasanya – hanya pedas dan pedas.
Li mendekati pabrik latiao dan mengajukan diri untuk mengembangkan produk yang lebih baik bagi perusahaan tersebut.
Untuk melindungi seleranya, Li menjauhi rokok dan alkohol, dan bahkan berhenti mengonsumsi makanan pedas lainnya dan sirih pinang, dua camilan favorit masyarakat Hunan.
Li mencicipi potongan latiao yang diproduksi oleh pabrik setiap hari untuk memastikan kualitas dan konsistensi. Ia juga mencicipi jajanan latiao yang diproduksi pabrik lain agar tetap kompetitif.
Li mengatakan latiao sudah menjadi makanan sehari-harinya.Dia membuat buku harian untuk mendokumentasikan semua data dan inspirasi dari rutinitas mencicipinya.
Li adalah salah satu pengembang rasa latiao terbaik di industri. Puluhan produk yang ia kembangkan dikabarkan menjadi produk terlaris.