Video detik-detik merekam momen terakhir relawan medis di Jalur Gaza sebelum tewas ditembaki oleh tentara Israel di wilayah Tal as-Sultan Rafah pada 23 Maret lalu, dibagikan oleh akun X @warfareanalysis.
Rekaman tersebut ditemukan dari ponsel salah satu relawan bernama Rifat Radwan. Ponsel tersebut ditemukan di dalam kuburan massal tempat korban ditanam dalam tanah oleh tentara Israel setelah dibunuh bersama rekan-rekan sukarelawan medis lainnya.
Dalam video berdurasi sekitar enam menit tersebut, terdengar Rifat terus melantunkan syahadat dan pujian atas kebesaran Allah SWT sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhirnya usai dibantai dengan peluru oleh tentara Israel.
"Rekaman yang ditemukan di telepon genggam paramedis martir Raafat Radwan, mengungkap eksekusi kejam dan terencana yang dilakukan oleh tentara pendudukan Zionis," tulis keterangan unggahan.
Rekaman ponsel itu bertentangan dengan laporan Israel tentang mengapa tentara menembaki konvoi ambulans dan truk pemadam kebakaran yang menewaskan 15 petugas paramedis Palestina di Gaza tersebut.
Advertisement
Tentara Israel Tembaki Ambulans
Dalam video yang dibagikan, awalnya terlihat iring-iringan kendaraan ambulans relawan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), mobil PBB, dan truk pemadam kebakaran dari Pertahanan Sipil Gaza melintas pada malam hari.
Saat dalam perjalanan, mereka tiba-tiba diberondong peluru oleh tentara Israel. Konvoi kendaraan tersebut tampak sempat menepi di pinggir jalan.
Namun rentetan tembakan terus dilancarkan tentara zionis dan layar video berubah menjadi hitam.
Petugas medis yang merekam kejadian tersebut pun terdengar melafalkan syahadat dan takbir berulang kali sebelum suaranya perlahan parau dan akhirnya menghilang. Video berakhir setelah merekam peristiwa penembakan selama enam menit.
"Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah..Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar," ucap perekam video berulang kali.
⚡️Hamas:
— Warfare Analysis (@warfareanalysis) April 5, 2025
Footage found on the phone of martyr paramedic Raafat Radwan, one of fourteen Palestinian paramedics whose bodies were found in a mass grave in #Rafah, reveal a heinous, premeditated execution committed by the Zionist occupation army, targeting ambulance and civil… https://t.co/EcdYXDA7t3
Advertisement
Ada Bukti Video, Militer Israel Akhirnya Akui Lakukan Penembakan Tapi...
Militer Israel berdalih tentaranya melakukan kesalahan atas tewasnya 15 pekerja darurat di Gaza selatan pada tanggal 23 Maret, seperti dilansir dari BBC (7/4).
Israel awalnya mengklaim bahwa pasukan melepaskan tembakan karena konvoi ambulans PRCS, mobil PBB, dan truk pemadam kebakaran dari Pertahanan Sipil Gaza mendekat secara mencurigakan dalam kegelapan tanpa lampu depan atau lampu yang berkedip.
Namun, dari rekaman video yang ditemukan menunjukkan jika kendaraan relawan itu sudah menyalakan lampu saat menjawab panggilan untuk membantu orang terluka. Tentara Israel bersikeras bahwa sedikitnya enam petugas medis itu terkait dengan Hamas, tetapi sejauh ini belum memberikan bukti apa pun.
Setelah adanya bukti rekaman video, Israel lalu mengakui bahwa laporan sebelumnya yang mengklaim bahwa kendaraan mendekat tanpa lampu tidak akurat, dan mengaitkan laporan tersebut dengan pasukan yang terlibat.
Advertisement
Jenazah Relawan Medis Ditemukan di Kuburan Massal
Jasad para relawan medis ditemukan setelah beberapa hari oleh Bulan Sabit Merah dan PBB di kuburan massal Gaza Selatan. Seorang pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berdalih pihaknya sengaja mengubur jenazah di pasir untuk melindungi mereka dari binatang buas.
Diketahui, jika Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Jalur Gaza setelah sempat berhenti usai kesepakatan gencatan senjata pada 19 Januari 2025. Ribuan warga sipil dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka termasuk para perempuan, anak-anak, dan lansia.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut jika serangan yang dilancarkan bertujuan untuk menekan Hamas untuk membebaskan 59 sandera. Namun, faktanya, serangan Israel itu menewaskan ribuan warga sipil tak berdosa.
Selain itu, selama masa genjatan senjata tahap pertama, Hamas selalu menepati janjinya membebaskan tawanan Israel. Sementara Israel tetap membunuhi warga Gaza.