Penuh Isak Tangis Pasutri ini Mau Jual Gerobak buat Bayar Kontrakan, Ending-nya 'Yakin Pertolongan Allah Ada'
Tak lelah berusaha dan berdoa, mereka pun mendapat pertolongan dari seorang pria dengan kejutan tak terduga.
Perjuangan hidup memang terkadang tak mudah. Rasanya, selalu saja ada beragam cobaan hidup yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia di muka bumi.
Seperti halnya sepasang suami istri berikut ini. Keduanya sepakat ingin menjual satu-satunya gerobak yang biasa digunakannya untuk berjualan makanan demi menyambung hidup.
Namun setelah beberapa waktu, gerobak mereka justru tak mendapat pemilik baru. Tak lelah berusaha dan berdoa, mereka pun mendapat pertolongan dari seorang pria dengan kejutan tak terduga. Seperti apa momennya? Berikut ulasan selengkapnya.
Pasutri Dapat Ujian Hidup Berkali-kali
Kisah perjuangan hidup dari sepasang suami istri tersebut diungkap secara khusus oleh pemilik kanal YouTube Abi Fatimah Fahira. Melalui sebuah video berdurasi lebih dari 10 menit, sang pemilik mengungkap kisah dari keluarga Wibowo (55) demi bertahan hidup.
Mereka diketahui tengah mendapat cobaan hidup berulang kali. Mulai dari modal jualan makanan pinggir jalan khas Jepang takoyaki yang habis, uang kontrakan yang menunggak, anak sakit, hingga terpaksa tinggal di hunian kurang layak.
"Sudah hampir sebulan tidak dagang karena tidak ada modal karena dikasih ujian sering tidak habis, kontrakan menunggak, anak bungsu sakit, tinggal di tempat yang tidak layak," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Demi menyambung hidup, Wibowo dan istri terpaksa memilih untuk menjual berbagai perabotan rumah tangga mereka sendiri. Seperti belum lama ini, mereka kedapatan menjual cobek hingga menggadaikan loyang takoyaki untuk mendapatkan uang.
Selain itu, Wibowo pun tak berdiam diri. Dia disebut turut berjibaku mencari pekerjaan baru. Namun lantaran faktor usia, hingga kini tak ada penyedia lapangan kerja yang mau menerima dirinya.
"Untuk kebutuhan makan sehari hari menjual peralatan/perabotan seperti cobek dan gadai loyang takoyaki demi bisa makan. Coba berusaha ke sana kemari karena faktor umur tidak ada yang memberikan pekerjaan," demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Jual Gerobak
Pasutri yang kini diketahui berdomisili di kampung dua Jakasampurna, Bekasi Barat itu pun baru-baru ini terpaksa berniat melepaskan gerobak yang menjadi alat satu-satunya mencari penghidupan. Usai terjual dan membayar tagihan kontrakan, mereka berencana ingin berjualan takoyaki secara berkeliling menggunakan sepeda.
"Rencananya kalau gerobaknya ini kejual, jualannya mau pakai sepeda saja," kata sang istri.
"Bapak belum punya motor?" tanya sang pemilik video.
"Belum," ungkapnya.
"Mau dijual berapa bu ini gerobaknya?" tanya sang pemilik video kembali.
"Tadinya Rp1,7 juta tapi belum ada yang respon," jawab sang istri.
Cerita dan perjuangan hidup yang dihadapi pasutri tersebut turut membuat sang pemilik video merasa terharu. Bahkan dari mulut Wibowo sendiri, dia mengaku sama sekali tak pernah menyalahkan takdir hingga jalan Tuhan yang diberikan kepadanya.
"Sudah kehendak Allah (mendapat cobaan hidup)," terangnya.
"Tapi kami yakin Allah pasti datang menolong kami dengan jalan yang tidak diduga dan kami sangka, karena cuma kepada Allah setiap saat kami mengadu," imbuh Wibowo.
Ketiban Rezeki
Kesabaran dan kegigihan keluarga Wibowo dalam menghadapi ujian hidup pun berbuah manis. Melalui tangan dari sang pemilik video, keluarga Wibowo pun mendapat rezeki tak terduga.
Sang pemilik video menyampaikan uang bantuan secara tunai senilai Rp7 juta yang berasal dari para donatur. Namun, sang pemilik video tersebut memberikannya dalam wujud sebuah kejutan.
Dia berdalih ingin membeli gerobak milik Wibowo. Namun saat menerima amplop, Wibowo dan istri justru terkejut mendapati uang sejumlah Rp7 juta di tangan.
Dengan isak tangis, Wibowo dan istri lantas bersujud syukur. Keduanya tak ketinggalan memberi ungkapan terima kasih mendalam kepada setiap donatur yang memberi bantuan.
"Ini gerobaknya saya beli ya pak ya. Silakan ini dihitung uangnya ya," kata sang pria dalam video.
"Dari donatur kami ada Rp7 juta ini pak ya," sambungnya.
"Terima kasih atas bantuannya, keikhlasannya para donatur sehingga sampai ke kami semua. Semoga Allah membalas dengan kebaikan-kebaikan," ungkap Wibowo.