Satelit Satria-1 Hubungkan 30.017 Titik Layanan Publik di Seluruh Indonesia, Kecepatannya 10 Mbps

Hingga 7 Desember 2025, SATRIA-1 telah menghubungkan 30.017 titik layanan publik dengan SLA di atas 99,5 persen dan didukung 11 stasiun gateway nasional.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
Satelit Satria-1 Hubungkan 30.017 Titik Layanan Publik di Seluruh Indonesia, Kecepatannya 10 Mbps
Satelit Satria-1 Hubungkan 30.017 Titik Layanan Publik di Seluruh Indonesia, Kecepatannya 10 Mbps (Merdeka.com)

Pemerintah mencatat hingga 7 Desember 2025, Satelit Multifungsi Pemerintah SATRIA-1 telah menghubungkan 30.017 titik layanan publik di seluruh Indonesia.

Layanan tersebut mencakup sekolah, puskesmas, fasilitas pemerintahan, hingga titik pertahanan dan keamanan.

Seluruh titik layanan mendapatkan akses internet dengan kecepatan hingga 10 Mbps per lokasi.

Untuk menopang operasional satelit, proyek ini didukung 11 stasiun bumi (gateway) yang tersebar di Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura, dan Tarakan. Gateway tersebut berfungsi sebagai penghubung utama antara satelit dan jaringan internet nasional.

Kinerja layanan SATRIA-1 juga tercatat sangat tinggi. Pada periode Mei 2024 hingga Agustus 2025, nilai Service Level Agreement (SLA) mencapai lebih dari 99,5 persen, melampaui standar minimum yang dipersyaratkan.

Penjaminan PT PII Dorong Kepercayaan Investasi Proyek SATRIA-1

Plt Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), Andre Permana, menyatakan pihaknya berkomitmen menjalankan mandat sebagai Badan Usaha Penjamin Infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), termasuk pada proyek SATRIA-1.

“Lewat dukungan yang kami berikan dalam memberikan penjaminan pemerintah serta capacity building terkait proyek KPBU Satria 1 ini, kami berharap dapat memberikan dampak optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Andre dalam Media Briefing di Stasiun Bumi SATRIA-1, Cikarang, Rabu (10/12).

Menurut Andre, penjaminan pemerintah memperkuat kepercayaan pasar dan mendorong minat investasi di sektor telekomunikasi.

“Peran PT PII adalah memastikan proyek strategis nasional memiliki struktur risiko yang kuat dan kredibel,” ujarnya. Ia menegaskan proyek SATRIA-1 menjadi fondasi pemerataan akses internet untuk sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan di wilayah sulit dijangkau.

Mengenal Proyek Satria-1

SATRIA-1 merupakan proyek KPBU berkapasitas 150 Gbps dengan nilai investasi sekitar Rp 6,42 triliun menggunakan skema Build–Operate–Transfer (BOT).

Proyek ini dilaksanakan oleh PT Satelit Nusantara Tiga sebagai Badan Usaha Pelaksana, dengan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai Penanggung Jawab Proyek.

Direktur Utama PT SNT, Heru Dwikartono, menyebut SATRIA-1 telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari UMKM, sekolah di daerah, hingga instansi pemerintahan.

“Dengan dioperasikannya SATRIA-1 diharapkan dapat mempercepat pemerataan layanan internet dan memberikan akses setara bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Heru.

Rekomendasi