XL bangun jaringan telekomunikasi USO di daerah terpencil

XL bangun jaringan telekomunikasi USO di daerah terpencil

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
XL bangun jaringan telekomunikasi USO di daerah terpencil
XL bangun jaringan telekomunikasi USO di daerah terpencil. ©2018 Merdeka.com

XL mulai mengoperasikan jaringan telekomunikasi USO (universal service obligation) yang tersebat di 40 lokasi di 4 provinsi. Salah satunya di Desa Purui, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Langkah XL ini diapresiasi oleh Dirjen SDPPI Ismail yang juga hadir dalam peresmian jaringan baru tersebut.

Menurutnya, operator seluler yang memiliki khas warna biru ini telah tepat membangun jaringan telekomunikasi dalam proyek USO di 40 titik di 4 provinsi.

“Proyek pembangunan jaringan USO merupakan upaya pemerintah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk mempercepat mengadaan layanan telekomunikasi dan data ke area-area terpencil yang selama ini belum terjangkau jaringan seluler tersebut,” kata Ismail.

Sementara menurut Vice President North Region XL Axiata Desy Sari Dewi, berharap, masyarakat di sekitar site-site baru ini bisa memanfaatkan sarana telekomunikasi secara bijak dan maksimal. Dalam acara peresmian itu, hadir pula Bupati Tabalong Anang Syakhfiani.

Site Tabalong yang menjadi lokasi peresmian berada di area yang cukup terpencil, berjarak sekira 60 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Tabalong, Tanjung. Jarak dari Banjarmasin ke Tabalong sekira 230 km dengan waktu tempuh normal sekira 7 jam. Site di Desa Purui tersebut dilengkapi dengan menara antena setinggi 30 meter untuk memancarkan sinyal ke handphone warga. BTS ini memiliki daya jangkau sinyal dengan kualitas yang baik bisa sampai radius 1 km. Sebelum ada fasilitas ini, warga harus menjangkau puncak suatu bukit yang berada sekitar 2 km dari desa.

Saat ini ada sekitar 500 warga yang telah memanfaatkan layanan seluler dari site ini. Sementara itu, untuk koneksi ke jaringan XL Axiata, site tersebut menggunakan koneksi melalui satelit. Sebuah parabola berukuran sedang menjadi perangkat untuk menghubungkan site tersebut dengan jaringan XL Axiata. Sebagai sumber energi untuk menghidupkan semua perangkat tersebut, digunakan listrik yang berasal dari tenaga matahari atau solar cell.

Di wilayayah Kalimantan Selatan, XL Axiata membangun jaringan USO di 7 titik, yang semuanya ada di Kabupaten Tabalong. Lokasi-lokasi tersebut ada di 3 kecamatan, yaitu Muara Aya, mencakup site di Desa/dusun Binjai, Salikung, dan Sei Kumap. Di Kecamatan Bintang Ara, site berada di Desa/dusun Panaan, Hegar Manah, dan Dambung Raya. Terakhir di Kecamatan Jaro, yaitu di Desa Purui. Semua site memiliki spesifikasi teknis yang sama.

Di wilayah Kalimantan, selain Kalimantan Selatan, XL Axiata juga membangun jaringan USO di Kalimantan Barat di 12 titik. Semuanya ada di 3 kabupaten, yaitu Ketapang sebanyak 6 site, Bengkayang (4 site), Sambas (2 site) dan Sanggau (1 site). Selain itu, jaringan USO juga XL Axiata bangun di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kabupaten Kepulauan Konawe, dan di Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Bima). Semua site telah beroperasi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya.

Hingga akhir 2017 lalu, jaringan XL Axiata di seluruh Indonesia telah didukung lebih dari 100 ribu BTS. Sekitar 65% nya merupakan BTS 3G & 4G untuk mendukung layanan data, dan 35% lagi merupakan BTS 2G. Pembangunan infrastruktur BTS 3G & 4G terus akan dilakukan selaras dengan fokus XL Axiata untuk menjadi perusahaan penyedia layanan koneksi data pilihan di Indonesia.

Rekomendasi