Upaya KPU untuk menghadang laju hacker yang ingin merusak Pemilu 2014 disambut baik oleh Yappika (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi). Yappika pun menganggap langkah KPU dengan menggandeng Lemsaneg sudah tepat.
Seperti yang dilansir oleh Antara (2/10), Lemsaneg atau yang dikenal dengan Lembaga Sandi Negara dinilai bisa dipercaya untuk menghajar aksi hacker nakal yang ingin mengganggu jalannya Pemilu. Namun, patut dijaga juga kenetralan Lemsaneg dalam hal ini.
"Inisiatif KPU dengan melibatkan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dalam penyelenggaraan pemilu sepertinya didasari niat untuk memastikan bahwa proses rekapitulasi hasil pemilu secara elektronik yang mengandalkan jaringan internet akan berjalan aman dan bebas dari ancaman peretasan. Tentunya tujuan ini adalah baik," kata Manajer Advokasi, Riset, dan Jaringan Yappika, Hendrik Rosdinar, kepada Antara.
Hanya saja, Lemsaneg yang memiliki kewenangan seperti NSA ini haruslah diawasi agar tak juga turut menjadi pengganggu lancarnya pemilu. Apalagi, lembaga seperti ini seringkali bekerja secara bawah tanah dan tak terendus oleh hukum.
"Seperti kita ketahui bahwa lembaga intelijen mempunyai sistem dan cara kerja yang tertutup. Bahkan, beberapa fakta masa lalu menunjukkan bahwa lembaga semacam ini tidak tersentuh oleh sistem hukum kita," ucapnya.
Oleh karenanya, Yappika pun meminta Lemsaneg untuk dapat independen. Selain itu, semua pihak juga diminta tidak mempengaruhi siapapun agar hasil pemilu tetap apa adanya tanpa adanya manipulasi dari pihak manapun.